Muhammadiyah Minta Usut Pelaku Kerusuhan 21-22 Mei

137
Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Jakarta, Muslim Obsession – Pimpinan Pusat Muhammadiyah prihatin dan mengecam keras kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang menimbulkan jatuh korban. Muhammadiyah mensinyalir kerusuhan dilakukan oleh sekelompok orang anarkis di luar pendemo,

“Tragedi ini harus diusut dan diselesaikan tuntas melalui jalur hukum yang berlaku. Demokrasi yang semestinya dilandasi jiwa hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan telah dinodai oleh orang-orang anarkis yang tidak bertanggungjawab serta merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5/2019).

Keterangan tertulis itu disampaikan Nashir mencermati situasi politik nasional pasca pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), khususnya berkaitan pemilihan Presiden-Wakil Presiden.

Selain mengecam keras kerusuhan oleh orang-orang anarkis tersebut, Muhammadiyah juga mengapresiasi sikap dan langkah pasangan calon Presiden-Wakil Presiden yang bersaing secara sehat dan menyelesaikan masalah Pemilu melalui jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi disertai sikap bijak dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan positif dalam menghadapi situasi politik nasional mutakhir.

“Hal tersebut tentu harus diikuti oleh para tim sukses, pendudukung, dan semua pihak yang terlibat untuk mengedepankan sikap politik berjiwa kenegarawanan agar seluruh proses demokrasi ada akhirnya dengan baik dan konstitusional,” papar Nashir.

Pernyataan poin selanjutnya meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menjalankan fungsi atau tugasnya secara adil, objektif, profesional, independen, dan bebas dari kepentingan apapun.

Nashir  menilai, Pemerintah telah mengambil langkah sebagaimana mestinya dan dalam menghadapi dinamika politik diharapkan tetap seksama sesuai dengan hukum dan prinsip demokrasi yang menjadi acuan dalam kehidupan bernegara.

“Aparat keamanan Polri dan TNI di lapangan pun telah berusaha melaksanakan tugasnya dengan maksimal serta diharapkan tetap santun, profesional, dan tidak terpancing melakukan tindakan represif yang  tidak diinginkan bersama,” sambungnya.

Nashir mengajak massa pendemo yang menyuarakan aspirasi politik masalah Pemilu dihimbau tetap damai, tertib, menaati aturan, dan menjauhi segala bentuk kekerasan.

Nashir juga meminta semua pihak agar dapat menahan diri dan menghentikan semua bentuk kekerasan dan tindakan anakis yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Kami juga mengajak para tokoh agama, elit politik, pejabat publik, media massa, para netizen, dan warga bangsa untuk dapat menciptakan suasana yang sejuk dan damai demi  kerukunan dan persatuan nasional,” ujarnya.

Kepada masyarakat, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah, Nashir menyerukan untuk tidak terpengaruh oleh informasi dan pesan-pesan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan mengedepankan sikap kritis, damai, bijak, dan dewasa disertai ikhtiar menjalin ta’awun atau kerjasama dengan berbagai pihak untuk kerukunan, kemajuan, dan persatuan bangsa.

Terakhir, Nashir mengapresiasi penyelenggara Pemilu yang telah berusaha bekerja maksimal dengan beberapa catatan dan evaluasi.

“Belajar dari Pemilu serentak tahun 2019 yang menimbulkan korban sakit dan meninggal petugas KPPS serta sejumlah kelemahan dan masalah, maka penting dan niscaya dilakukan pengkajian ulang yang komprehensif agar penyelenggaraan Pemilu ke depan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here