Muhammadiyah Menolak Rencana Menteri BUMN Gabungkan Bank Syariah

147

Jakarta, Muslim Obsession – Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, menolak rencana Menteri BUMN Erick Thohir menggabungkan atau merger bank syariah milik perusahaan pelat merah.

Rencana merger ini sebenarnya sudah disiapkan sejak awal 2019. Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, dan BTN Syariah, akan dilebur demi akselerasi ekonomi syariah di tanah air. Beberapa hari lalu, Erick Thohir mengatakan merger ditargetkan rampung Februari 2021.

Rendahnya penyaluran kredit untuk masyarakat yang bergerak di sektor UMKM selama ini menjadi alasan bagi Erick untuk menggabungkan Bank Syariah. Namun Muhammadiyah meminta agar itu tidak dilakukan.

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99 persen lebih. Sementara, usaha besar hanya sekitar 0,01 persen. Perbandinganya sebanyak 62 juta UMKM dan 5 ribu usaha besar.

Dengan jumlah mayoritas seperti ini, UMKM telah mendapat jaminan penyaluran kredit perbankan. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 17/12/PBI/2015.

Pasal 2 aturan ini menyebutkan “Jumlah Kredit atau Pembiayaan UMKM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan paling rendah 20 persen (dua puluh persen) yang dihitung berdasarkan rasio Kredit atau Pembiayaan UMKM terhadap total Kredit atau Pembiayaan.”

Tapi dalam praktiknya, Anwar menyebut kredit yang bisa didapat 99 persen UMKM ini tak pernah sampai 20 persen. “Pertanyaan saya, adilhkan itu?” kata Anwar kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Lalu muncul wacana marger. Padahal, kata Anwar, biaya untuk menyalurkan kredit untuk usaha besar dan UMKM hampir sama. Maka nantinya, bank hasil merger akan dihadapi pilihan memberikan kredit pada satu usaha besar yang memiliki biaya lebih murah, atau 10 UMKM dengan biaya 10 kali lipat.

Di saat yang bersamaan, perbankan milik negara ini juga diminta untuk menghasilkan keuntungan dan menekan cost. Kondisi inilah yang membuat Muhammadiyah khawatir, kredit UMKM bakal semakin kalah dari kredit untuk usaha besar. “Apakah bisa dijamin pihak manajemen bank hasil merger itu punya komitmen kepada UMKM?” kata dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here