Muhammad Haryz Nadzim, Bocah Jenius Anggota Termuda Komunitas Ber-IQ Tinggi

471
Muhammad Haryz Nadzim (Foto: Metro.co.uk/World Of Buzz)

Malaysia, Muslim Obsession Muhammad Haryz Nadzim, bocah laki-laki berusia tiga tahun berhasil menjadi orang termuda yang bergabung dengan Mensa UK. 

Mensa adalah organisasi untuk orang-orang yang mempunyai IQ tinggi. Awalnya,  Muhammad Haryz Nadzim diundang untuk menjadi anggota setelah mencetak 142 pada tes IQ Stanford-Binet, menempatkannya dalam persentil ke-99,7.

Ibu Haryz, Nur Anira Asyikin Hashim, mengatakan kepada Metro UK, dikutip Kamis (30/1/2020) bahwa dia tahu putranya akan menjadi anak istimewa ketika dia mengucapkan kata-kata pertamanya pada usia tujuh bulan.

Baca Juga: Super Jenius! Siswi Muslim Ini Miliki IQ di Atas Albert Einstein

Orang tua Haryz, Anira dan Mohd, yang berasal dari Malaysia, tetapi sekarang tinggal di County Durham, Inggris Timur Laut, keduanya adalah insinyur, tetapi tidak pernah menyadari betapa cerdasnya putra mereka.

“Kami tidak memiliki banyak pengalaman, jadi kami hanya berpikir seperti itulah anak-anak. Ketika dia mulai pergi ke kamar bayi, kami berpikir bahwa dia lebih maju daripada anak-anak lain,” kata Anira.

Dia menambahkan, pada saat dia berada di kamar anak-anak, dia dapat membaca seluruh beberapa buku cerita favoritnya.

“Kami berkomunikasi dengannya dalam bahasa Melayu di rumah,” jelas Anira.

Diketahui, seseorang harus menunjukkan IQ dalam dua persen populasi teratas untuk bisa bergabung dengan Mensa UK. Selain menyelesaikan tes IQ Stanford-Binet, yang terdiri dari kombinasi soal matematika, membaca, menghafal, dan berpikir logis, Haryz dinilai oleh ahli psikologi pendidikan, Lyn Kendall, yang berspesialisasi dalam anak-anak berbakat.

Anira sekarang berharap bahwa Haryz akan bisa mendapatkan dukungan yang dia butuhkan untuk mencapai potensi penuhnya.

“Kami hanya benar-benar ingin menjelaskan bagaimana kami dapat membantunya. Kami tidak ingin dia merasa kurang terstimulasi, tetapi pada saat yang sama, kami tidak ingin dia merasa didorong. Kami ingin dia menjadi anak normal yang bermain dan melakukan hal-hal normal yang dilakukan anak-anak,” ungkapnya.

Anira menyebut Haryz sebagai “kotak otak mini”. “Dia suka melompati genangan air, melukis, bernyanyi, semua hal normal untuk anak seusia itu. Program televisi favoritnya adalah Story Bots dan Numberblocks,” bebernya.

Haryz juga suka bertanya dan berbicara tentang ruang dan angka, dan dia suka membaca buku.

Anira dan Mohd sangat senang bahwa Haryz telah diterima di Mensa dan berharap bahwa apa pun yang dia capai, dia dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

“Ini mengasyikkan dan kami yakin ini akan membantunya dalam memberikan sedikit kepercayaan dan keyakinan pada dirinya sendiri sehingga ia dapat memberi manfaat yang lebih baik bagi masyarakat di masa depan,” harap Anira. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here