Muadzin di Medan Diserang, Kupingnya Diseset Hampir Putus

226

Medan, Muslim Obsession – Seorang Muazin kembali diserang oleh seorang jamaah masjid. Peristiwa itu terjadi sebuah masjid di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Muazin yang bernama M Syawal, diduga dianiaya oleh seorang jamaah berinisial R. Peristiwa itu terjadi saat Syawal makan usai Shalat Magrib.

“Senin (20/9) kemarin setelah Salat magrib. Awalnya saat makan, begitu kami makan si R membanting piring di sebelah saya,” kata Syawal kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Setelah membanting piring, R keluar dari ruang makan yang masih berada di wilayah masjid. Sambil keluar, R marah dan melontarkan kata-kata kasar kepada Syawal.

BACA JUGA: Kutuk Penyerangan Ustadz, Ketua MPR RI: Jangan Adu Domba Umat Beragama!

“Dia bilang saya bukan orang situ, tapi sok mau berkuasa. Terus menyinggung masa lalu saya soal narkoba. Dia bilang saya di situ modus saja, padahal penjahat,” ucapnya.

Syawal mengatakan R menyinggung masa lalunya sebagai pengguna narkoba. Kepada R, Syawal mengaku telah menjelaskan tentang dirinya yang sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan narkoba usai dua tahun keluar dari penjara.

Mendengar jawaban Syawal, R kemudian marah. R kemudian mendorong Syawal ke dinding dan melakukan penyerangan menggunakan pisau.

BACA JUGA: Lagi, Ustadz di Batuampar Diserang Saat Ceramah

“Dia pegang pisau, tiga kali saya bisa menghindari. Keempat kena kuping saya dan saya mendapatkan 39 jahitan,” ujar Syawal.

Karena tidak terima atas perbuatan itu, Syawal kemudian melaporkan R ke polisi. Laporan itu bernomor: LP/216/IX/2021/SPKT/RESTABES MDN/SEK MDN BARAT tertanggal 20 September 2021.

“Saya harap dia ditindak, dia selalu buat resah di masjid itu, sebelum saya juga dia beberapa kali dia ribut sama orang masjid, termasuk sama BKM dan jsmaah,” pungkasnya.

Jusuf Kalla Minta Waspada

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) turut menyoroti maraknya kasus kriminalisasi terhadap ulama. JK meminta pengurus DMI lebih waspada dan segera melapor ke polisi jika ada hal yang mencurigakan.

Pesan ini disampaikan JK saat mengecam aksi pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar oleh pria inisial KB (22) pada Sabtu (25/9) dini hari pukul 01.30 Wita. JK meminta masyarakat, khususnya warga Makassar, tidak terprovokasi oleh aksi itu.

“Saya selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia mengecam keras tindakan pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang diperkirakan terjadi pada dini hari tadi. Dan saya berharap kepada masyarakat, terutama Umat Islam di Makassar dan daerah lainnya di Indonesia, agar tidak terprovokasi atas tindakan tersebut. Kita serahkan semuanya kepada kepolisian untuk mengungkap pelaku dan apa motif di balik tindakannya tersebut,” ujar JK dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9/2021).

JK lalu menyoroti sejumlah penyerangan yang ditujukan kepada ulama dan tokoh agama dalam beberapa waktu terakhir. Dia berharap warga bersama aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

“Saya berharap kepada para pengurus masjid di Indonesia untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat hal hal yang mencurigakan. Apalagi belakangan ini kriminalisasi kepada ulama mulai marak lagi terjadi,” pesan JK. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here