Mohammed Alaa Aljaleel, Penyelamat Ratusan Kucing di Tengah Perang Idlib

444
Mohammed Alaa Aljaleel (Foto: Daily Sabah)

Suriah, Muslim Obsession – Mohammed Alaa Aljaleel baru-baru ini melakukan misi penyelamatan berbahaya ke provinsi barat laut Suriah, Idlib. Tujuannya untuk menyelamatkan hewan yang ditinggalkan oleh orang-orang yang melarikan diri dari penembakan dan serangan udara.

Rupanya, itu bukan misi pertamanya sebagai penyelamat hewan, bahkan ia telah mendapatkan ketenaran internasional sebagai “manusia kucing Aleppo.” 

“Beberapa bulan yang lalu, tim penyelamat di pedesaan Idlib memanggil saya dan mengatakan ‘kami sedang menyelamatkan orang, tetapi kami tidak bisa menyelamatkan hewan yang kelaparan,’ jadi saya memutuskan untuk membuat misi ini,” kata Alaa kepada layanan media Jerman dpa, Kamis (15/8/2019).

Daerah yang dikuasai pemberontak selatan Idlib telah berada di bawah serangan udara dan darat yang berat oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia mereka sejak April, mendorong perpindahan sekitar 400.000 orang, menurut perkiraan AS.

Jadi, Alaa, seorang sopir ambulans berusia 44 tahun dan paramedis, melanjutkan misi baru. Dia akan tiba di Idlib selatan antara pukul lima dan tujuh pagi, waktu biasanya tidak ada serangan udara yang berat, dan mencari hewan yang ditinggalkan atau kelaparan.

“Aku pergi ke Khan Sheikhoun, Maaret al-Noumaan, Kafrnabel sambil mengabaikan penembakan dan berhasil, meskipun tugas yang sulit, untuk mendapatkan sebagian besar kucing kelaparan keluar dari daerah itu,” beber Alaa.

Perkiraan hasil tangkapannya di wilayah ini mencapai 80 kucing liar dari Kafrnabel, 40 kucing dari Maaret al-Nouman dan lebih dari 100 kucing dari Khan Sheikhoun. Ini bukan upaya pertama Alaa untuk menyelamatkan hewan-hewan terlantar di tempat-tempat berbahaya.

Dia menjadi terkenal pada tahun 2014 selama pemboman dan pengepungan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo, kota kelahirannya. Media asing menyoroti kisahnya saat ia melindungi hewan-hewan itu sambil juga membantu orang-orang sebagai pengemudi ambulans.

Pada 2015, teman-teman memintanya untuk membuat halaman Facebook, di mana ia menjadi terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia. Dia juga memutuskan untuk mendirikan tempat perlindungan bagi kucing.

“Saya suka merawat kucing sejak saya masih kecil,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia biasa membeli sisa makanan di toko daging dan memberi makan hewan di jalanan.

“Saya belajar dari leluhur bahwa siapa pun yang memiliki belas kasihan dalam hatinya untuk manusia harus memiliki belas kasihan untuk semua makhluk hidup,” imbuhnya.

“Di Aleppo, meskipun dikepung, Alaa merawat ratusan kucing, beberapa di antaranya ditinggalkan oleh pemiliknya yang melarikan diri dari kota. Pada satu titik, Alaa memiliki 170 kucing dan seekor anjing untuk dirawat. Kemudian, tak lama sebelum Aleppo timur ditangkap oleh pasukan pemerintah pada Desember 2016, tempat perlindungan Alaa dibom. Sebagian besar kucingnya hilang dan terbunuh.

Setelah penangkapan Aleppo timur, Alaa yang juga kehilangan rumahnya, hanya memiliki 22 kucing.

“Saya pergi dengan beberapa orang yang terluka dan dua kucing di dalam mobil. Sisa kucing lainnya dibawa oleh orang lain di keranjang sayuran plastik, yang saya persiapkan seperti kandang sehingga kucing tidak akan takut dan melarikan diri,” terangnya. (Vina)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here