Mohammed Al-Shenbari, Pemuda Gaza Si Penentang Hukum Gravitasi

193
Mohammed Al-Shenbari (Foto: Arab News)

Gaza, Muslim Obsession – Setiap kali Mohammed Al-Shenbari melihat objek baru, ia dengan cepat mencoba menemukan titik penyeimbangnya dan membuatnya berdiri dengan cara yang tampaknya menentang hukum gravitasi.

Seniman Palestina otodidak yang berusia 24 tahun itu mengatakan ia dapat menyeimbangkan hampir semua objek, menggunakan apa yang ia sebut sebagai campuran antara pikiran dan tubuh.

Aksi ini membuatnya menjadi penghibur populer dan sering berpartisipasi dalam sesi dukungan psikologis yang umum di Gaza yang dilanda konflik dan dilanda kemiskinan. Di halaman rumahnya di Gaza utara, Al-Shenbari berdiri sebuah kursi dengan satu kaki, menyangga dua tabung gas pada kunci pipa miring dan menyeimbangkan layar TV yang terbalik di tepi botol Coke.

“Anda hanya perlu mengetahui titik tumpu objek dan Anda mendapatkannya,” katanya seperti dilansir Arab News, Kamis (28/11/2019).

Seniman sekaligu seorang pelatih kebugaran dan binaraga tersebut mengatakan gaya hidupnya yang sehat membantunya secara perlahan mengembangkan fokus besar yang diperlukan untuk menyeimbangkan objek.

“Ketika saya melakukan ini, saya merasakan sesuatu yang tak terlukiskan – seperti magnet yang mengeluarkan energi dari saya kepada benda-benda itu,” ujarnya setelah menumpuk empat kaleng kacang dengan sudut miring pada bingkai kayu yang tergantung di pohon.

Setahun yang lalu, Al-Shenbari menemukan sebuah video YouTube oleh seorang seniman keseimbangan Korea, Nam Seok Byun, dan terpesona dengan cara sang seniman mengatur lapisan batu dengan hati-hati didukung oleh kerikil bundar.

Mencoba meniru idolanya, Al-Shenbari mengatakan dia akan menghabiskan waktu berhari-hari untuk menirunya. Namun sekarang, ia hanya perlu beberapa menit dan beberapa upaya untuk menyelesaikannya.

Seperti diketahui, setelah bertahun-tahun hidup di bawah blokade dan tiga perang yang menghancurkan antara Israel dan Hamas, Al-Shenbari, seperti kebanyakan pemuda Gaza, ingin meninggalkan wilayah itu untuk mencari peluang yang lebih baik.

Impiannya adalah untuk bersaing di acara TV realitas dan melakukan perjalanan ke Asia, di mana ia ingin meningkatkan keterampilannya.

“Saya ingin menyeimbangkan benda yang lebih besar seperti mesin cuci atau lemari es,” harapnya. (Vin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here