Mohammad Nuh Sosialisasikan Wakaf

322

Jakarta, Muslim Obsession – Mohammad Nuh, selaku Ketua Badan Pelaksana Wakaf Indonesia terus melakukan sosialisasi terkait apa itu wakaf.

Nuh berkeyakinan, masih banyak dari kita yang belum tahu apa yang membedakan antara wakaf, zakat, infaq dan shadaqoh.

“Apa sih yang membedakan antara wakaf, zakat, infaq dan shadaqoh?  Selain sama-sama baiknya, perbedaan yang menonjol kalau zakat, infaq dan shadaqoh itu ada orang membayarnya ke amil atau ke pengelola, oleh amil maupun pengelola tadi langsung didistribusikan boleh. Tetapi kalau wakaf enggak boleh,” kata Nuh pada acara Media Gathering dan Bincang Wakaf Produktif di Hotel Mercure Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Nuh melanjutkan, jika wakaf, begitu menerima wakaf dari sang wakif, harus diolah dan dikelola dengan baik, sehingga ada hasilnya. Hasil inilah yang dibagikan ke mauquf alaih atau penerima manfaat.

“Sehingga ibaratnya kalau infaq, sedekah, zakat itu ayam, yang menerima ayam, ayamnya boleh dipotong dan dibagikan. Tapi kalau ayamnya berupa wakaf, ayamnya tidak boleh dipotong. Tapi ayamnya harus diternak. Terus menghasilkan telor, telornya baru bisa dibagikan, sebagian telornya diternakan lagi, jadi ayam baru lagi, demikian seterusnya,” ujarnya.

Nuh melanjutkan, oleh karena itu, Sang Nazhir atau pengelola wakaf, selain orang-orang yang jujur, selanjutnya harus bisnisman.

“Selain itu Nazhir harus punya jiwa entrepreneur, harus profesional supaya harta wakaf tadi itu bisa beranak. Kalau sudah bisa beranak, maka sudah bisa dibagikan kepada yang berhak,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here