Moderasi Beragama Harus Terus Dikembangkan

127

Bogor, Muslim Obsession – Lembaga-lembaga keagamaan harus terus mengembangkan moderasi beragama dan sikap toleransi di kalangan anak didiknya.

Amsal Bakhtiar, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI mengatakan, pengembangan moderasi beragama bisa dilakukan melalui kegiatan di internal dan eksternal.

Dikutip dari NU, Jumat (8/11/2019), Bakhtiar berharap ada kesimpulan besar yang bisa diungkapkan dalam bentuk executive summary kepada khalayak.

“Kesimpulan itu harus yang nendang dan maknyus. Biar bisa kita tawarkan kepada siapa saja. Dalam pikiran saya, bahwa kita telah meneliti 16 lembaga pendidikan keagamaan, bisa nggak kita dapatkan semacam role model (percontohan) dari lembaga tersebut,” kata Bakhtiar saat acara seminar hasil penelitian Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan Keagamaan yang dihelat di Hotel Salak Padjadjaran Bogor, Rabu-Jumat, 6-9 November 2019.

Role model itu, kata dia, bisa diklasifikasi ke dalam tiga atau empat model. Misalnya, lembaga mana saja yang melakukan penndidikan moderasi atau bersikap moderat secara pasif. Kedua, mana saja yang aktif.

“Jadi, lembaga ini aktif menanamkan sikap moderasi dan toleransi di kalangan siswa. Kemudian, aktif dalam kuliah umum atau ceramah. Nah, ketiga yang proaktif. Ini nilainya kira-kira 9 atau 10,” ujar Amsal.

Menurutnya, dari 16 lembaga tersebut adakah yang ketika ada konflik baik itu antaragama atau intraagama pihaknya turut larut dalam penyelesaian konflik tersebut.

“Kemudian, dengan datangnya tokoh yang demikian berwibawa di lingkungannya maka konflik tadi hilang. Nah, ini yang sama maksud proaktif,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here