MIUMI Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Haji

480
Pertemuan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia
Pertemuan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Photo: MIUMI)

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ormas Islam dan Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menolak Internasionalisasi penyelenggaraan haji. Pasalnya, pola tersebut dinilai dapat menimbulkan kekacauan.

“Internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah akan menimbulkan problema besar dan persengketaan serta perselisihan yang sangat berbahaya dan dapat memicu situasi chaos dalam pelaksanaan ibadah haji bahkan dapat menjadi ancaman bagi stabilitas dua tanah suci dan wilayah sekitarnya,” ujar Wasekjen MUI Ustadz Zaitun Rasmin, di AQL Centre, Jakarta, Kamis (16/2/2018).

Selama ini, kata Zaitun, pemerintah Arab Saudi telah memberikan perhatian yang besar terhadap penyelenggaraan ibada haji, hal itu terbukti dengan renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang dilakukan secara berkala, pemerintah Arab Saudi juga telah membangun jalan dan sarana prasarana lainnya demi memudahkan umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah haji.

“Oleh karena itu, Indonesia yang diwakili oleh para ulama dan tokoh-tokoh secara umum menolak semua upaya untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Mekkah dan Madinah dari pihak satu negara manapun juga,” lanjutnya.

Senada dengan Zaitun, Sosiolog Musni Umar juga turut menolak internasionalisasi dua tanah suci dan pengelolaan ibadah haji dan umrah tersebut, karena isu ini berpotensi untuk mengadu domba umat Islam dunia.

“Setiap perpecahan itu akan mengundang intervensi dunia luar. Akhirnya yang jadi korban rakyat. Maka akan terjadi lagi peristiwa mengerikan dan sekali lagi umat muslim diadu domba,” terang Musni Umar. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here