Mitos atau Fakta: Begadang Pengaruhi Kesuburan?

1286
Begadang ternyata tak baik untuk kesehatan. (Foto: Unsplash)

Muslim Obsession – Aktivitas yang padat sering kali memaksa seseorang untuk begadang atau tidak tidur sepanjang malam. Tapi ada juga orang yang sudah terbiasa tidur ketika malam sudah larut, sehingga mengurangi kuantitas tidurnya.

Kebiasaan begadang disebut-sebut mempengaruhi kesuburan seseorang, sehingga ia diprediksi sulit memiliki anak. Ini mitos atau fakta?

Dikutip dari Hello Sehat, rata-rata pria akan menghasilkan setidaknya 525 miliar sel sperma seumur hidupnya dan melepaskan setidaknya satu miliar di antaranya setiap bulan.

Seorang pria dewasa yang sehat dapat melepaskan antara 40 juta dan 1,2 miliar sel sperma dalam satu ejakulasi. Tapi meski pria bisa menghasilkan jutaan sperma per harinya, kualitas sperma akan sangat bergantung pada beragam faktor eksternal seperti kebiasaan sehari-hari Anda.

Begadang atau kurang tidur merupakan salah satu faktor yang ternyata bisa merusak sperma. Ditambah lagi, kualitas sperma yang buruk bisa berdampak pada kesuburan Anda. Dari 1 dari 10 pasangan yang tidak subur, diperkirakan bahwa sebanyak 30% faktor penyebabnya adalah karena kualitas sperma yang buruk.

Bagi wanita, begadang akan menggangu sekresi hormon kewanitaan. Wanita yang sering begadang juga cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Tak cuma pengaruhi kesuburan, begadang juga berdampak negatif bagi kesehatan. Berikut dampak negatif yang disebabkan begadang.

Daya tahan tubuh melemah

Orang yang sering begadang, diapstikan akan merasa Lelah dan kurang energi pada keesokan hairnya. Rasa letih ini rupanya dapat merusak sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. So, tidak mengherankan jika orang yang sering begadang akan sangat mudah sakit.

Penyakit jantung

Biasa begadang juga dapat menyebabkan seseorang rentan sakit jantung. Dengan begadang, Anda tidak memberi waktu yang cukup bagi jantung untuk beristirahat. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh tidak dapat memperbaiki jaringan otot jantung yang rusak. Dikutip dari 1Health, kurang tidur menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah penderita penyakit jantung.

Berat badan bertambah

Metabolism lemak terjadi saat seseorang tertidur. Jadi ketika kurang tidur, proses metabolisme itu pun akan terganggu. Dan umumnya, kita akan mengonsumsi lebih banyak makanan yang tinggi lemak dan gula, sehingga cadangan lemak jadi lebih banyak. Ingat, naiknya berat badan juga berbanding lurus dengan kurangnya tidur.

Penyakit diabetes

Tubuh menghasilkan banyak hormon penting saat kita tidur. Ketika begadang, salah satu hormon yang produksinya terganggu adalah insulin, hormon yang meregulasi pencernaan glukosa (gula). Dampaknya, kekurangan insulin dapat menyebabkan diabetes melitus tipe 2.

Mudah berjerawat

Kurang tidur di malam hari juga dapat mengganggu sistem peredaran darah. Alhasil, ini akan menghambat hati untuk menyaring toksin yang berinteraksi dengan kulit, sehingga kulit akan mudah bersisik, berwarna kuning, dan jerawat pun gampang keluar.

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here