Miris! Terjerat Pinjol, Ibu di Tangerang Sampai Jual Ginjal

62

Jakarta, Muslim Obsessio – Begitu miris, seorang Ibu empat anak bernama Mila Kusuma terjerat utang pinjaman online (Pinjol) sebesar Rp65 juta. Karena tidak mampu bayar dan sudah frustasi, Mila sampai menjual ginjalnya.

Mila diketahui merupakan seorang janda ditinggal mati. Sang suami meninggal dunia sejak lima tahun lalu.Akibatnya, ia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Minimnya penghasilan dari sebagai buruh cuci gorok membuatnya nekat meminjam uang ke bank hingga pinjaman online. Ia minjam ke bank keliling untuk menutupi utang-utang lain. Gali lubang tutup lubang.

“Jadi ditotal semua itu kan gabungan dari bank harian, ada sekitar 14 orang, terus bank mingguan kumpulan sama itu semua ditotal semua kurang lebih itu (Rp65 juta),” terang dia melalui keterangannya belum lama ini.

Dengan utang yang menumpuk tersebut, Mila nekat menjual ginjalnya. Ia bahkan menawarkannya melalui sebuah selembaran.

“Iya saya ikhlas lillahi ta’ala jika memang ini jalannya buat bisa nutupin utang saya karena tidak ada lagi yang bisa saya jual,” ungkapnya.

Diketahui, upah yang dihasilkan dari Mila sendiri hanya sebesar Rp50.000. Hal ini pun tidak bisa menutupi segala utang, apalagi dia juga tak memiliki tabungan.

Lebih lanjut, Mila mengaku sudah meminta bantuan kepada beberapa pihak untuk membantu membayar utangnya. Namun, usahanya belum membuahkan hasil sedikit pun.

“Lampiran surat saya sudah minta bantuan ke DKM masjid setempat terus minta ke bapak lurah juga ke Polsek yang saya sudah lampirkan. Ini cari solusi dan bantuan,” keluhnya.

Selain berusaha meminta bantuan, Mila juga menjual berbagai barang miliknya. Bahkan sampai barang anaknya juga turut dijual untuk menambal utangnya.

“Jual motor, jual kulkas pendingin minuman, kulkas kredit belum lunas saya jual terus jual emas anak saya 10 gram itu anak pertama saya kan ada 6 bulan kesini baru nikah terus jual itu. Pinjam emas tetangga, terus terakhir kemarin anak saya jual handphonenya,” tuturnya.

Mila mengungkapkan pada dasarnya keinginannya untuk menjual ginjal ditentang oleh anak-anaknya. Namun dia berusaha menjelaskan situasinya.

“Ya anak-anak tidak mengizinkan cuman kan balik lagi saya kasih penjelasan kan sudah selama saya nggak bisa bayar saya hidup sudah nggak nyaman saya pergi pagi pulang malam,” tutup dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here