Miris! Hari Santri Nasional Dinodai Pembakaran Bendera Tauhid

1189
Banser bakar bendera
Sejumlah oknum Banser membakar bendera bertuliskan lafaz La Iahailallah Muhammadurrasulullah.

Muslim Obsession – Hari Santri Nasional (HSN) yang ditetapkan pemerintah setiap tanggal 22 Oktober harusnya diperingati sebagai hari bersejarah yang menampilkan Islam yang damai, rahmatan lil ‘alamin.

Namun sayang, HSN 2018 jauh dari jargon “Bersama Santri Damailah Negeri” yang menjadi tema tahun ini. HSN berubah menjadi ajang pembakaran bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan lafaz La Iahailallah Muhammadurrasulullah warna putih.

Kejadian ini terlihat dalam video berdurasi 02.10 menit yang tersebar di laman Youtube dan jejaring sosial WhatsApp. Bendera dilakukan oleh belasan anggota Banser yang menyanyikan mars NU, Ya Lal Wathon.

Tak cukup bendera, belasan Banser ini juga membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Peristiwa pembakaran bendera tersebut dibenarkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, aksi pembakaran bendera terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Ahad (21/10).

“Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut,” tutur Yaqut seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Yaqut mengklaim benda yang dibakar anggotanya adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia pun meyakini anggota Banser Garut menganggap itu sebagai bendera HTI.

“Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan,” tandas Yaqut.

Video yang menayangkan pembakaran bendera tersebut muncul dengan beragam durasi. Ragam komentar pun sontak bermunculan menanggapi peristiwa tersebut. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here