Minyak Wangi Favorit Rasulullah dan Cara Memakainya

209
Ilustrasi minyak wangi.

Muslim Obsession – Salah satu yang sangat disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memakai minyak wangi. Oleh karenanya, lelaki Muslim dianjurkan untuk melakukan sunnah ini.

Bahkan beliau punya tempat khusus untuk parfum. Demikian demikian dikatakan Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad. Soal tempat khusus, Imam Tirmidzi juga meriwayatkan, “Rasulullah ﷺ memiliki wadah khusus untuk parfum yang beliau gunakan untuk wewangian.”

Aroma harum yang dihasilkan dari minyak wangi memberik kesan wangi dan bersih, sehingga beliau tak pernah menolak ketika diberi wewangian.

Sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari disebutkan bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melintas di suatu jalan, maka orang yang melintas berikutnya akan tahu jika sebelumnya beliau melintas di sana. “Kami tahu kalau Nabi sudah keluar melalui wangi tubuhnya,” tutur Annas.

Annas juga mengatakan, “Belum pernah aku mencium bau minyak wangi, parfum atau apa saja seharum aroma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” (HR. Muslim).

Menukil buku “Pribadi Muhammad” karya Dr Nizar Abazhah, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suka memakai parfum, meminyaki rambut, kedua alisnya dan seluruh tubuhnya.

Jika memakai minyak, beliau menuangkannya ke telapak tangan kiri (dan mengambilnya dengan tangan kanan), lalu memulai dari kedua alis, kemudian ke kedua mata, lalu ke kepala. Jika memakai misik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapkannya ke kepala dan jenggot.

Lalu, apa minyak wangi favorit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tercatat dalam hadits riwayat Nasa’I bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memakai minyak wangi ambergris.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَطَيَّبُ قَالَتْ نَعَمْ بِذِكَارَةِ الطِّيبِ الْمِسْكِ وَالْعَنْبَرِ

Dari Muhammad bin Ali ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apakah Rasulullah SAW memakai parfum? ia menjawab, “Ya! dengan minyak wangi misk dan ‘anbar.”

Ambergris adalah minyak wangi yang saat itu sangat mahal harganya di kalangan masyarakat Arab karena memiliki bau wangi seperti misik, yang baunya beraroma manis, bersahaja dan menyejukkan.

Misik atau kasturi juga menjadi minyak kesukaan khusus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aromanya yang lembut, warnanya bening, tak terlalu menyengat sehingga membuat baunya tidak mudah hilang.

An-Nasa’i meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sangat suka sekali dengan misik. Beliau bersabda, “Yang terbaik dari wewangian kalian adalah (minyak) misik.”

Parfum untuk perempuan berbeda dengan laki-laki. Imam Tirmidzi dalam Asy-Syamailul Muhammadiyah menuliskan sebuah hadits dari Abu Hurairah rahdiyallahu ‘anhu.

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wewangian laki-laki adalah yang tercium harumnya dan tersembunyi warnanya. Adapun wewangian untuk perempuan berwarna dan tersembunyi baunya.”

Warna yang mencolok dianggap termasuk dalam tajammul (berhias) yang secara khusus hanya boleh dilakukan oleh perempuan. Dimana mereka biasa menghias diri dengan warna-warni yang indah dan berbagai macam pernak-pernik perhiasan.

Oleh karenanya, bagi perempan, parfum yang baik adalah yang berwarna dan tidak tercium aromanya.

Wallahu a’lam bish shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here