Minta Presiden Tegas, Ketum Parmusi: Jangan Biarkan Umat Islam Dibikin Resah

651
Usamah Hisyam - Ok
Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam. (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam meminta Presiden Joko Widodo agar bersikap tegas dengan tidak membiarkan umat Islam dibikin resah terus menerus oleh para pembantunya yang mengeluarkan berbagai kebijakan serta pernyataan kontroversial yang sangat meresahkan dan menciderai perasaan para tokoh agama, ulama, dan umat Islam.

Karena keresahan umat Islam tersebut bukan tak mungkin dalam waktu dekat akan menjadi ‘bom waktu’ yang meledak di berbagai daerah, sehingga bisa menghambat proses pembangunan nasional.

“Saya wajib ingatkan Bapak Presiden, umat Islam diam bukan berarti menerima beberapa kebijakan pemerintah yang cenderung menyudutkan Islam sehingga terkesan Islamophobia. Sekarang ini ibaratnya tinggal menunggu pemicunya, akan meledak di mana-mana,” tandas Usamah di Jakarta, Senin (23/2/2020) dini hari, sekembalinya dari tanah suci Makkah pada Sabtu (22/2), usai melaksanakan ibadah umroh bersama 45 Dai Parmusi dari berbagai daerah.

Usamah mengatakan, ketegasan sikap Presiden tersebut sangat diperlukan dengan mencopot para pembantunya yang kerap membuat umat Islam sebagai golongan mayoritas di negeri ini resah, sehingga akan menghapus kesan bahwa kebijakan dan pernyataan kontroversial tersebut atas sepengetahuan Presiden.

Menurutnya, umat Islam sudah cukup sabar terhadap berbagai pernyataan dan kebijakan Menteri Agama yang cenderung menyudutkan Islam, dari masalah hijab, celana cingkrang, pengapusan materi khilafah dan jihad di madrasah, bahasa Mandarin di sekolah, sampai sertifikasi para khatib Jumat.

“Belakangan ini kita juga dikagetkan dengan pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang hendak mengganti salam dalam ajaran Islam dengan Salam Pancasila,” kata Usamah.

Seperti diketahui, lanjut Usamah, dalam sepekan terakhir umat Islam dibuat resah oleh pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang hendak mengganti ‘assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh’ dengan Salam Pancasila. Sebelumnya, Yudian mengatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Didin Hafifuddin mengingatkan, kepada siapapun pihak yang benci dengan agama, benci dengan ajaran Islam, akan berhadapan langsung dengan Allah SWT.

“Ini bukan main-main, bahkan tidak boleh dibuat permainan. Ucapan salam mau diganti. Padahal itu ucapan mulia sebagai identitas umat muslim,” kata KH Didin dalam kajian di Masjid Al-Hijri Kota Bogor, seperti dilansir Suara Islam, Ahad (23/2).

“Saya mengimbau kepada Pak Yudi, jangan sampai mempermainkan agama, mengganti salam itu masalah serius, bukan masalah strategi, bukan masalah kecil, ini masalah besar. Salam itu identitas umat Islam, kalau diubah-ubah akan menghasilkan suatu musibah, kalau tidak segera bertobat, karena ini sangat merusak,” tandas Kiyai Didin, seraya menjelaskan arti ‘assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh’ yang sangat indah, yakni semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, dan keberkahan untukmu. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here