Minim Guru Besar, Kemenag Gelar Program Sabbatical Leave

406
Arskal Salim (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menyelenggarakan Program Sabbatical Leave atau Profesor Exchange 2019. Hal itu dilakukan karena sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masih minim guru besar.

Program ini berlangsung dua bulan, Oktober hingga November 2019. Tujuannya, memberikan afirmasi kepada PTKIN, STAIN dan IAIN, yang masih minim guru besar.

Sabbatical Leave ini diampu para guru besar dengan sejumlah keahlian tertentu, misalnya di bidang pengelolaan jurnal dan publikasi ilmiah, penelitian, manajemen tata kelola PTKI dan borang akreditasi, serta pengembangan akademik.

Harapannya, setelah diberi pendampingan selama satu bulan atau empat minggu, IAIN dan STAIN yang menjadi sasaran program meningkat kualitasnya, baik secara akademik maupun tata kelolanya. Termasuk juga, peningkatan pada kuantitas jurnal yang terakreditasi dan hasil riset yang terpublikasi.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai terobosan baru untuk bersama-sama mendorong terjadinya transformasi kelembagaan yang berkualitas dan peningkatan mutu PTKIN.

“Kami memberikan apresiasi kepada para guru besar yang terlibat, juga kawan-kawan pimpinan perguruan tinggi yang menjadi lokasi program ini atas kesediaannya menjadi bagian dalam program Sabbatical Leave ini,” ujar Arskal Salim di Jakarta, Selasa (29/10) seperti dilansir Kemenag.

Kepala Sudbit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis, Suwendi, menyatakan program ini merupakan inovasi untuk bisa menjadikan prototipe pola pengabdian guru besar, sehingga berkontribusi pada perguruan tinggi yang lebih luas.

“Kegiatan ini juga sangat linear dengan program Diktis untuk memenuhi kebutuhan terkait transformasi kelembagaan, akreditasi, peningkatan mutu publikasi, dan pengabdian masyarakat,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here