Minggu Ini, WHO Akan Umumkan Keamanan Penggunaan Dua Vaksin China 

46
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac. (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan minggu ini apakah akan menyetujui dua vaksin China untuk penggunaan darurat melawan COVID-19, demikian kata seorang pejabat tinggi WHO.

Persetujuan semacam itu akan menandai pertama kalinya vaksin China diberikan daftar penggunaan darurat dari badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan akan memicu peluncuran vaksin China yang lebih luas yang sudah digunakan di beberapa negara selain China.

Mariangela Simao, asisten direktur jenderal untuk akses ke obat-obatan, vaksin dan obat-obatan, mengatakan beberapa pengaturan akhir masih harus dibuat sebelum kata penting dari kelompok penasihat teknis WHO datang tentang vaksin Sinopharm dan Sinovac.

“Kami berharap bahwa kami akan memiliki kedua keputusan tersebut pada akhir minggu ini,” katanya.

Baca Juga: Vaksin Sinovac Belum Bersertifikat WHO, Jamaah Umrah Indonesia Kesulitan

WHO mengatakan pihaknya mengharapkan keputusan tentang vaksin Sinopharm didahulukan, dan Sinovac sesudahnya.

“Kami tahu bahwa beberapa negara bergantung pada keputusan ini untuk melanjutkan vaksinasi mereka,” ucap Simao, dilansir Daily Sabah, Selasa (4/5/2021).

Sinovac mengatakan bahwa vaksin CoronaVac COVID-19 aman dan efektif pada mereka yang berusia tiga hingga 17 tahun dan mampu memicu respons kekebalan di antara anak-anak dan remaja, menurut hasil awal dari uji coba tahap awal dan menengah.

Lebih dari 70 juta suntikan vaksin Sinovac telah diberikan di 18 negara dan wilayah di seluruh dunia, termasuk di Turki dan Cina. Sejauh ini, 160 juta dosis telah diberikan.

China menyetujui penggunaan vaksin pada orang dewasa tetapi belum pernah digunakan pada anak-anak, karena kekhawatiran bahwa sistem kekebalan mereka dapat merespons vaksin secara berbeda.

Data awal dari uji klinis Tahap I dan II melibatkan lebih dari 500 orang berusia antara tiga dan 17 tahun yang menerima dua suntikan vaksin dosis sedang atau rendah, atau plasebo.

Uji coba menunjukkan vaksin tersebut akan memicu respons kekebalan, Gang Zeng, direktur medis di Sinovac, mengatakan pada konferensi pers.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here