Milad Agung dan Reuni Akbar 212 Habiskan Rp 11 Miliar

584
Panitia Reuni 212
Ketua Panitia Milad Agung dan Panitia Reuni Akbar 212 KH Misbachul Anam menerima laporan pertanggungjawaban keuangan dari bendahara H. Usamah Hisyam disaksikan Ketua Presidium Alumni 212 Selamat Maarif (kiri) dan Wakil Ketua Panitia Yusuf Martak (kanan).

Jakarta, Muslim Obsession – Milad Agung dan Reuni Akbar 212 yang berlangsung Sabtu (2/12/2017) pekan lalu diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 11 miliar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Evaluasi dan pertanggungjawaban panitia pelaksana yang berlangsung di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Sabtu (9/11/2017).

Rapat yang berlangsung dari pukul 10.00-15.00 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia KH Misbachul Anam, dihadiri Wakil Ketua Yusuf Martak, Sekretaris KH M. Al-Khaththath, Bendahara Usamah Hisyam, Ketua Presidium Alumni 212 Selamat Maarif serta pimpinan 11 divisi.

Usamah Hisyam yang juga Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) dalam laporannya memberikan apresiasi kepada seluruh anggota panitia dan divisi yang mampu melakukan efisiensi penggunaan anggaran, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih kecil daripada budget.

Budget proposal yang diajukan semua divisi awalnya sekitar 3,9 miliar. Di antaranya Rp. 2,9 miliar diajukan untuk kebutuhan 100.000 logistik dan 1 miliar untuk kebutuhan 11 divisi lainnya,” ungkap Usamah.

Tetapi kenyataanya, lanjutnya, tim logistik tidak mengeluarkan dana satu senpun. Karena sesuai kebijakan panitia, logistik digalang dari sumbangan makanan dari berbagai ormas, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), majelis taklim, komunitas, dan perorangan.

Berdasarkan laporan Tim Logistik, Akmal, panitia mencatat terdapat sekitar 500.000 nasi box sumbangan umat.

“Masih banyak juga logistik yang beredar tetapi tidak tercatat di panitia,” ujar Akmal.

Usamah menambahkan, bila dikonversikan dalam bentuk rupiah, nasi box yang datang dari bantuan umat sekitar Rp. 10 Miliar dengan rata-rata Rp. 20.000 per box.

“Subhanallah, terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi. Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh tim logistik yang sudah bekerja keras meringankan beban panitia,” tuturnya.

Dalam laporan pertanggungjawaban keuangan yang dipaparkan secara transparan dan akuntabel, Usamah mengungkapkan arus dana yang masuk ke panitia baik cash dan transfer bank yabg digalang selama hampir dua pekan berjumlah sekitar Rp. 800 juta, dan hanya terpakai sekitar Rp. 500 juta oleh 10 divisi.

“Sehingga dana surplus sekitar 311 juta,” ujar Usamah.

Laporan bendahara diterima penuh oleh seluruh panitia, dan akan segera diumumkan secara detail melalui media sebagai pertanggungjawaban kepada umat.

Rapat tersebut juga memutuskan, sisa saldo panitia diinfakkan untuk para mujahid dan keluarganya yang terkena dan tengah menjalani kasus hukum, serta disumbangkan untuk kas operasional GISS (Gerakan Indonesia Shalat Subuh) Rp. 30 juta, dan kas operasional Alumni 212 sebesar Rp. 70 juta.

Rapat panitia ditutup dengan penyerahan laporan keuangan dari Usamah kepada KH Misbachul Anam. (Fath)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here