Metode Pendidikan Pesantren Terbaik, Mengapa?

1070
Santri Nurani
Para santri di Pondok Pesantren Nurani sedang mengaji kitab kuning. (Foto: Edwin B/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi Ustadz Farid Ahmad Okbah menilai bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan terbaik. Sementara para santri yang belajar di dalamnya merupakan para siswa yang dididik dengan metode pendidikan terbaik.

Metode pendidikan pesantren dikatakan terbaik, menurutnya, karena mengikuti pola Al-Quran yakni QS. Al-Jumu’ah [62] : (2), yang bunyinya “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi Ustadz Farid Ahmad Okbah (Foto: Dok)

“Saya bukan alumni pesantren, tapi berhasil mendirikan pesantren bahkan pesantren tinggi. Karena pendidikan pesantren menurut saya adalah yang terbaik,” ujarnya kepada Muslim Obsession, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islam Bekasi ini menegaskan bahwa manusia harus dididik ruhnya, karakternya, dan akalnya. Hal ini berbeda dengan metode pendidikan modern yang menggunakan kognitif, afektif dan psikomotorik.

“Akibatnya orientasinya hanya duniawi. Sementara orientasi santri itu ukhrawi dan duniawi. Agar berhasil akhiratnya dan sekaligus dunianya,” pungkasnya.

Tiga tahun silam, Keppres No 22/2015 tentang Hari Santri telah ditandatangani dan dibaca langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2018 atau tepat hari ini, mengambil tema ‘Bersama Santri Damailah Negeri’.

Ternyata, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Saya menyatakan secara resmi tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” ujar Jokowi saat mendeklarasikan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2015).

Menurut Jokowi, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari semangat jihad yang ditunjukkan oleh kaum santri. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here