Meski Diabetes, Pria 78 Tahun ini Tetap Puasa Ramadhan, Ini Rahasianya!

497
Manzur Bhinder (Photo: The Globe and Mail)

Muslim Obsession – Manzur Bhinder, pria berusia 78 tahun ini mengaku tidak pernah melewatkan puasa selama bulan Ramadhan dalam 50 tahun terakhir. Padahal, ia menderita diabetes sejak didiagnosis 35 tahun lalu.

“Allah telah menyuruhku berpuasa, maka aku jawab, oke!” ujarnya singkat, dikutip dari The Global and Mail, Kamis (29/3/2018).

Menurut Bhinder, ketika kita percaya sesuatu, semuanya akan berjalan lebih mudah, termasuk perintah berpuasa Ramadhan. Bhinder tinggal di Kota Mississauga di wilayah Peel, Kanada. Sebuah area dengan tingkat diabetes yang sangat tinggi.

Sekitar satu dari tujuh penduduk Peel menderita diabetes, sebagian karena populasi Asia Selatan yang besar di kawasan itu. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa orang Asia Selatan berisiko lebih tinggi terkena diabetes daripada populasi umum.

Bahkan, baru-baru ini pemerintah setempat membagikan sebuah pedoman agar masyarakat tetap sehat ketika bulan Ramadhan pada Mei mendatang. Kampanye tersebut digelar oleh STOP Diabetes Foundation Inc. dan Diabetes Canada yang berbasis di Peel.

Semua dalam upaya untuk mendidik para praktisi perawatan kesehatan dan masyarakat. Tentang bagaimana mengelola penyakit diabetes selama bulan puasa Ramadhan.

“Kanada adalah masyarakat multikultural. Saya pikir sudah saatnya kita mengadakan program ini,” kata Dr. Harpreet Bajaj, endocrinologist dan pendiri STOP Diabetes Foundation, yang berbasis di Brampton, Ontario.

Diabetes adalah penyakit di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin, yakni hormon yang mengontrol jumlah glukosa dalam darah atau kondisi di mana insulin tidak dapat berfungsi dengan benar.

Kondisi akan lebih sulit ketika harus berpuasa bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan selama musim panas di Kanada. Hal ini dapat menyebabkan kadar glukosa seseorang berfluktuasi. Menurut Dr. Bajaj, hal ini dapat menyebabkan gula darah rendah atau dehidrasi.

“Selama Ramadhan, orang-orang berpuasa sepanjang hari tetapi makan banyak permen ketika berbuka, minuman bergula dan makanan yang digoreng di malam hari, semuanya meningkatkan risiko diabetes,” ujar Dr. Bajaj.

Ia juga menyarankan untuk menyesuaikan obat dan dosis selama bulan Ramadhan. Perubahan dalam dosis insulin dan pengujian kadar glukosa menurutnya amat penting dilakukan.

“Beberapa pil dan dosis insulin memiliki risiko lebih tinggi yang menyebabkan reaksi gula rendah atau dehidrasi. Sehingga orang-orang penderita diabetes tertentu, memerlukan perubahan atau pengurangan dalam pengobatan mereka,” ungkapnya.

Mengubah dosis insulin atau jenis insulin, dianggap menjadi kombinasi yang lebih aman selama menjalani puasa Ramadhan. Hal ini akan menunjukkan, apakah penderita diabetes itu aman atau tidak berpuasa.

“Sebelum periode puasa dimulai, mereka harus menguji tingkat insulin mereka empat sampai lima kali sehari. Untuk memastikan kadar gula mereka tidak rendah,” tandasnya.

Dr. Bajaj berencana akan mensosialisasikan tips tersebut di Canadian Journal of Diabetes sebelum Ramadhan tiba.

Menurut Dr. Jessica Hopkins, Petugas Kesehatan Regional Peel, jumlah total kasus diabetes di wilayah Peel naik dari 11.500 per 100.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 15.700 pada tahun 2015.

“Penyebab diabetes tipe 2 adalah genetik, lingkungan dan perilaku, dan Peel memiliki masalah di ketiga wilayah,” kata Dr Jan Hux, presiden Diabetes Kanada.

Dr Hux mengatakan bahwa kawasan Kupas adalah rumah bagi populasi Asia Selatan yang besar dan ada risiko genetik yang tinggi menderita diabetes di komunitas itu.

Selain itu, dia mengatakan bahwa lingkungan masyarakat di pinggiran kota Peel, sering berkendara dengan mobil sehingga membuatnya lebih sulit untuk tetap aktif. Lokasi untuk mendapatkan buah dan sayuran berkualitas tinggi pun jaraknya jauh. Faktor-faktor tersebut ikut meningkatkan risiko diabetes.

Dr. Hux menambahkan bahwa telah terjadi pergeseran diabetes ke arah usia yang lebih muda dan wanita di usia subur mereka.

“Kami dulu berpikir tentang diabetes tipe 2 tidak pernah terjadi pada anak-anak. Namun kami melihat semakin banyak kasus diabetes tipe 2 pada anak muda dan anak-anak di mana ada risiko genetik yang tinggi,” katanya.

Dr Hux mengatakan bahwa tingkat diabetes berkembang pesat tidak hanya di wilayah Peel tetapi di seluruh populasi umum.

“Jumlah penderita diabetes telah meningkat dua kali lipat dalam 12 tahun terakhir dan pertumbuhan itu terus berlanjut. Orang Kanada lainnya didiagnosis setiap tiga menit,” kata Dr. Hux.

Ia sangat mendesak masyarakat dan petugas kesehatan serta pemerintah kota, agar serius dalam pencegahan diabetes ini. Sementara Bhinder, dia berharap untuk tetap bisa melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh. Tentu harus dengan ekstra berhati-hati memilih jenis makanan ketika berbuka, juga istirahat dan makan secukupnya. (Vina)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here