Mesir Tawarkan Puluhan Acara Ramadhan, Salah Satunya Tarian Indonesia

571
Mesir Tawarkan Acara Ramadhan, Salah Satunya Tarian Indonesia (Photo: Ahram)

Kairo, Muslim Obsession – Kementerian Kebudayaan Mesir menawarkan banyak acara budaya untuk merayakan Ramadhan tahun ini. Di antaranya ialah acara musik oriental, nyanyian sufi, tarian rakyat, lokakarya kerajinan tangan, pameran, drama dan konser. Termasuk di antaranya tarian Indonesia.

Tak hanya itu, setidaknya ada 42 acara yang diselenggarakan di Gedung Opera Kairo. Selain musik dan tarian rakyat dari Indonesia, akan ada penampilan dari budaya Tunisia, Palestina, Sudan, Bosnia dan Herzegovina. Serta perayaan peringatan 100 tahun kemerdekaan Armenia.

Acara Akan lebih meriah dengan 16 konser musik Arab yang menampilkan antara lain, bintang pop Medhat Saleh, kelompok Sufi Suriah dari Abu Sheir Brothers dan pemain marimba Nesma Abdel Aziz.

Seluruh acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kepurbakalaan bersama tiga divisi Kementerian Kebudayaan, yakni Dana Pengembangan Budaya (CDF), Istana Budaya dan Pusat Kreativitas. Mereka telah menyusun program intensif selama Ramadhan, yang sebagian besar bebas biaya atau gratis.

Menurut ketua CDF, Fathi Abdel-Wahab, acara dengan tema “Kreativitas Membawa Kita Bersama” tersebut akan lebih banyak dilakukan di luar ruang.

“Kreativitas akan memainkan peran besar dalam mengumpulkan semua kalangan tanpa pandang bulu di bawah payung budaya,” kata Wahab, seperti dilansir situs Ahram, Senin (21/5/2018).

Akan ada banyak acara hiburan menarik untuk kalangan anak-anak. Seperti pentas seni, pertunjukan boneka, wayang, konser dan dongeng. Rumah Arsitektur Mesir akan menjadi tuan rumah serangkaian penampilan budaya yang membahas topik seni, musik, dan arsitektur.

Sedangkan Pusat Kreativitas Seni di lapangan Opera House, yang disutradarai oleh Khaled Galal, akan menyajikan drama terbaru Galal, Sallem Nafsak (atau “Surrender” ).

Menurut Kepala Istana Kebudayaan Ahmed Awwad, penampilan drama yang bekerja sama dengan Theater Art House akan fokus pada topik-topik seperti terorisme dan pengangguran. Selain itu, Istana juga akan menyajikan pembacaan puisi dan pameran.

Adapun Kementerian Purbakala, akan mengatur pertunjukan khusus pada sejarah fanoos atau lentera di pergola Museum Mesir. Direktur Museum Sabah Abdel-Razek menjelaskan bahwa pertunjukan akan kembali ke zaman kuno, menyajikan teknik seni dan kerajinan selama berabad-abad. Museum Seni Islam juga akan menyelenggarakan lokakarya yang dipimpin oleh seniman kondang Marwa Abul-Dahab. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here