Mesir Miliki Museum Arkeologi Islam Terbesar di Dunia

601
Museum Seni Islam , Mesir.
Museum Seni Islam , Mesir.

Mesir, Muslim Obsession – Masyarakat Mesir boleh berbangga hati karena di daerah Bab Al-Khalk, jantung Kota Kairo, terdapat Museum Seni Islam. Museum ini diakui sebagai museum terbesar dari jenisnya di dunia.

Koleksi yang dimiliki Museum Seni Islam tak tanggung-tanggung. Lebih dari 100.000 barang antik dari India, Cina, Iran, Arab, Suriah, Mesir, Afrika Utara, dan Andalusia ada di sini.

Selain itu, museum ini memiliki perpustakaan yang berisi koleksi buku dan manuskrip langka dalam bahasa kuno dan modern.

 Museum Seni Islam juga terkenal karena koleksi beragam meliputi karya-karya di logam, kayu dan tekstil, di antara media lainnya.

Kepala Departemen Museum di Kementerian Kepurbakalaan Mesir Elham Salah mengatakan, gagasan tentang museum di Mesir yang didedikasikan untuk seni dan arkeologi Islam dimulai pada masa pemerintahan Ismail Pasha (cucu Mohammed Ali Pasha), yang menjadi khedif Mesir dan Sudan dari tahun 1863 hingga 1879.

Pada tahun 1869, pengadilan arsitek Julius Franz Pasha memasang koleksi artefak arkeologi Islam di halaman Masjid Al-Hakem yang saat itu ditinggalkan.

“Museum Seni Islam adalah salah satu museum arkeologi Islam terbesar di dunia berkat artefak arkeologisnya yang langka yang terkait dengan warisan Islam Mesir,” kata Elham Salah, seperti dilansir dari Arab News, Rabu (26/6/2019).

Elham juga menambahkan, bahwa sisi kanan museum ini terdapat artefak- dari era Umayyah hingga akhir era Ottoman. Sisi kiri termasuk galeri terdapat seni Islam dari Turki dan Iran (Persia). Ini juga termasuk ruang yang didedikasikan untuk sains dan teknik, bersama dengan batu nisan dari berbagai era dan negara.

Aya Ahmed, selaku pemandu wisata museum mengatakan bahwa museum ini memiliki aula yang berisi koin dan senjata, dan bagian lain yang dikhususkan untuk barang-barang yang digunakan oleh orang Mesir dalam kehidupan sehari-hari mereka sepanjang sejarah. Ada juga pameran artefak dari era Mohammed Ali Pasha, yang menandai waktu transformasi besar bagi negara.

“Selain itu ada juga karya kaligrafi, termasuk salinan Alquran Suci dari era Ottoman, yang ditulis dengan cara yang sangat tepat menggunakan kuas yang terbuat dari rambut dari ekor kuda,” terangnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here