Merinding! Jamaah Tunanetra Ini Merasa Ada yang Menuntunnya Memeluk Ka’bah

530
Subro (Foto: Ditjen PHU)

Jeddah, Muslim Obsession – Mimpi Subro memeluk Makkah akhirnya tercapai tahun ini. Jamaah haji dari Embarkasi JKG-25, asal Serang, Banten itu tak seperti jamaah lainnya.

Subro adalah jamaah haji penyandang disabilitas yang tak bisa melihat atau tunanetra. Meski begitu, hal ini tak mengurangi rasa syukurnya karena telah terpanggil ke Baitullah dan menjadi salah satu orang yang dipilih menjadi tamu Allah.

Subro mengaku butuh perjuangan baginya hingga bisa membuahkan hasil yang manis. Keajaiban-keajaiban seperti tak pernah berhenti menghampirinya. Bahkan hingga menginjakkan kakinya di Kota Makkah.

Sesaat setelah malam tiba di Makkah, Subro bersama rombongan mengikuti umrah wajib pada pagi hari. Dia bisa merasakan betapa padatnya Masjidil Haram ketika itu. Oleh rekannya dia dibimbing saat masuk ke dalam Masjidil Haram.

Subro mencium bau wangi yang amat asing, namun membuat tubuhnya merasa ringan dan nyaman. Dia menyadari bahwa ini adalah aroma surga yang dipancarkan oleh Ka’bah.

Subro mengikuti thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam lautan manusia yang semakin lama semakin padat. Namun, ada hal yang membuatnya merasa takjub ketika tubuhnya seperti ditarik perlahan mendekat menuju pusat pusaran.

Ka’bah seperti magnet yang menarik tubuh Subro untuk mendekat. Hingga Subro merasa takjub ketika tubuhnya bisa memeluk Kakbah.

Padahal, ini musim haji dimana umat dari berbagai penjuru bumi berkumpul di Masjidil Haram. Area thawaf sesak dengan manusia. Mereka bertasbih, berzikir, dan berdoa sepanjang 7 kali putaran tawaf.

Entah tangan siapa yang menarik Subro dalam pusaran manusia berthawaf di Baitullah. Semakin dekat, semakin dekat, sampai tangannya bisa menyentuh dinding Ka’bah.

Subro mengaku ada yang memberinya jalan. Tangan itu terus menarik, seolah mengarahkan tangannya menyentuh dinding Ka’bah.

“Ini Ka’bah cepat pegang. Saya pegang, saya peluk Kakbah. Jadi Alhamdulillah saya dipermudah untuk ibadah apalagi untuk menyentuh Kakbah,” kata Subro.

Subro sangat bersyukur, meskipun kebesaran Allah itu tak bisa dia saksikan langsung dengan indra penglihatan, namun begitu terasa dalam batin dan lubuk sanubarinya.

“Jika dulu Kakbah, katanya dilihat orang-orang di gambar sajadah, sekarang bisa dirasakan keagungannya. Itu yang buat saya bangga,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here