Merenda Ridho-Nya

197

Oleh: Abdul Rahman Al-Habsyi (Majelis Sahabat Iman)

Kesiapan diri sangatlah penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam kehidupan ini.

Sedangkan terhadap yang telah terjadi, maka sikap yang harus kita miliki adalah ridha.

Ridha terhadap apa yang akhirnya terjadi atau ridho pada hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha maksimal (ikhtiar) yang kita lakukan.

Ridha itu adalah keterampilan mental untuk realistis menerima kenyataan. Hati menerima kenyataan, dibarengi otak dan anggota tubuh yang berikhtiar terus untuk mencapai keadaan yang lebih baik lagi.

Mengapa kita harus ridha? Karena jika kita tidak ridha pun, kejadian atau hasil itu pun tetap terjadi.

أَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى مُوسَى بْنِ عِمْرَانَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ يَا مُوْسَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلَائِيْ وَلَمْ يَشْكُرْ نَعْمَائِيْ فَلْيَخْرُجْ مِنْ بَيْنِ أَرْضِيْ وَسَمَائِيْ وَلْيَطْلُبْ لَهُ رَبًّا سِوَائِيْ

“Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa ‘alaihissasalam: “Wahai Musa, siapa yang tidak ridha dengan keputusan-Ku, tidak sabar dengan ujian-Ku, dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Ku, maka hendaklah ia pergi dari bumiku dan langiku, dan hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Terimalah takdirmu dengan Ridho 🤗🤗🤗

Barokallah Fiikum…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here