Menulislah dengan Spiritual Writing

122

Oleh: Ustadz Solikhin Abu Izzuddin

Banyak orang punya alasan sibuk sehingga tidak bisa, tidak sempat atau memang tidak menyempatkan diri untuk menulis sehingga waktu habis dan nggak ada amal yang dirintis maupun prestasi yang dirilis.

Kekuatan spiritual ini sejatinya tidak hanya dalam soal tulis menulis semata namun dalam semua aspek kehidupan kita mesti punya ALASAN YANG KUAT UNTUK MELAKUKAN SESUATU alias punya niat yang benar-benar ikhlas karena Allah dan cara yang benar yang dituntunkan dalam syariat.

Imam Malik rahimahullah beliau senantiasa membiasakan berwudhu bahkan mandi besar ketika hendak menyampaikan atau mengajarkan hadits atau sunnah Rasulullah Saw.

Mengapa beliau melakukan itu? Di situlah kemuliaan seorang ulama untuk meraih keberkahan ilmu sehingga ilmu yang beliau sampaikan selalu mengalirkan keberkahan sepanjang zaman bahkan sampai Hari Kebangkitan, insya Allah.

Adab sebelum ilmu, adab di atas ilmu, adab mendahului ilmu. “Kami belajar adabnya Imam Malik rahimahullah terlebih dahulu sebelum kami mempelajari ilmu-ilmunya.” Begitu komitmen murid-murid beliau yang kemudian juga dirasakan keberkahan ilmunya, bagai sumur zam-zam yang tidak pernah kering. Masya Allah.

Imam Malik rahimahullah dengan adab yang terterap bukan sekadar memberi contoh namun langsung menjadi contoh. Ketika sedang mengajarkan hadits tetiba wajah beliau merah hitam karena menahan rasa sakit yang teramat sangat. Beliau tetap mengajarkan hadits Nabi Saw., tidak berhenti.

Usai mengajarkan hadits, murid beliau, Imam Ibnul Mubarak rahimahullah, bertanya, “Wahai Guru, tadi kami menyaksikan engkau begitu menahan rasa sakit yang teramat sangat, namun engkau sama sekali tidak menghentikan dalam mengajarkan hadits. Apa yang terjadi denganmu wahai Guru?”

“Tadi ketika aku mengajarkan hadits Nabi Saw,” kata Imam Malik yang selama hidupnya selalu bertemu Nabi Saw. dalam mimpi dan hanya semalam yang tidak ketemu Nabi dalam mimpinya, “Aku disengat oleh kalajengking dengan tiga belas sengatan. Tidak layak bagiku untuk menghentikan mengajarkan hadits atau sunnah Rasulullah Saw hanya karena sengatan kalajengking.”

Semoga kita bisa memperbaiki adab hidup kita agar lebih berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here