Menteri Prancis ‘Ngeri’ Ada Lorong Khusus Produk Halal di Supermarket

87

Prancis, Muslim Obsession – Baru-baru ini, Menteri dalam negeri Prancis mengundang kontroversi dengan mengungkapkan rasa ngeri atas kehadiran lorong makanan halal di supermarket.

Komentar Gerald Darmanin itu muncul setelah pembunuhan terhadap seorang guru sekolah yang menunjukkan kepada siswanya karikatur Nabi Muhammad yang kontroversial.

Sejak itu, Prancis telah berjanji untuk “mengintensifkan” tindakan keras terhadap “ekstrimisme Islam”.

“Lorong terpisah untuk produk halal mempromosikan pembentukan komunitas separatis yang tidak terintegrasi di Prancis,” kata Darmanin, dikutip dari Al Arabiya, Jumat (23/10/2020).

Kepada BFM TV, Menteri dalam negeri mengaku selalu terkejut saat berjalan ke supermarket dan melihat ada lorong makanan komunitas [religi] seperti itu.

“Saya paham betul tentang toko daging halal … Saya tidak mengkritik konsumen tapi mereka yang menjual sesuatu. Saya mengerti betul bahwa daging halal dijual di supermarket, yang saya sesalkan adalah lorongnya. Jadi Anda memiliki lorong untuk Muslim, lorong halal dan kemudian yang lainnya … Mengapa lorong khusus?” lanjutnya.

Lebih lanjut, menurutnya perusahaan yang menjual pakaian dan makanan yang melayani minoritas agama memiliki tanggung jawab dalam pembentukan komunitas “separatis”.

“Saya hanya meminta para CEO untuk memahami bahwa mereka dapat berkontribusi pada perdamaian publik dan perang melawan separatisme,” tambah Darmanin.

Dia kemudian mengklarifikasi bahwa dia tidak ingin supermarket menjual produk halal. Namun  komentar menteri dalam negeri itu memicu keterkejutan dan ejekan di media sosial dan bahkan di dalam partai Darmanin sendiri.

“Saya tidak terkejut, ketika saya berbelanja, saya pergi ke bagian produk Breton karena saya Breton,” ungkap Richard Ferrand, anggota partai La Republique En Marche Presiden Emmanuel Macron.

“Di distrik saya … ada perusahaan besar yang mengekspor 500.000 ton ayam ke Arab Saudi dan itu ayam halal. Jadi, saya dapat melihat bahwa ketika itu memungkinkan seluruh industri untuk bertahan hidup dan bisnis berkembang, dan kami menganggap bahwa kami beradaptasi dengan permintaan pasar, maka [memproduksi makanan halal] tidak menjadi masalah,” tutur Ferrand seperti dikutip Politico.

Diketahui, Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa dan pasar makanan halal diperkirakan bernilai $ 8 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here