Mentan Pastikan Tidak Ada Impor Beras Tahun Ini

81

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras seperti sebelumnya, yakni impor 1 juta ton beras pada tahun ini.

Syahrul menyebut keputusan dibuat setelah meninjau langsung kondisi beras nasional hasil panen raya petani di Malang, Jawa Timur. Dari sana, ia melihat terpantau panen mencapai 12 ton gabah kering per hektare (ha).

Dengan memperhitungkan stok dan kebutuhan nasional saat ini, Syahrul memastikan stok beras nasional masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Panen raya padi tengah berlangsung di Kabupaten Malang. Saya turut mendampingi Presiden @jokowi meninjau dan memastikan langsung kondisi perberasan nasional hasil dari panen tersebut.”

“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, mencapai 12 ton gabah kering per hektar,” ujar Menteri dalam akun pribadimya, @Syahrul_YL, Jumat (30/4/2021).

“Dengan memperhitungkan stok dan kebutuhan nasional saat ini, maka bisa dipastikan tidak ada impor beras,” tambahnya.

Lebih lanjut, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dia menyebut akan menyalurkan bantuan traktor, alat panen, dan mesin pertanian lainnya guna memenuhi kebutuhan petani.

“Saya juga pastikan, gerakan serap gabah akan terus berjalan ke depan supaya harga padi tidak anjlok di tingkat petani. Kolaborasi kerja ini akan melibatkan Kementan, Bulog, BUMN, Pemda, dan swasta,” bebernya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bakal melakukan impor 1 ton beras tahun ini.

Rencana itu menuai penolakan dari berbagai pihak, mulai dari DPR, Ombudsman RI, Dewan Beras, eks menteri KKP Susi Pudjiastuti, hingga Ekonom Senior Faisal Basri.

Menanggapi itu, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah sebenarnya tidak ingin ada impor beras. Namun, kenyataannya impor dibutuhkan apabila stok tidak mencukupi akibat banjir menerjang sentra pertanian, sehingga mengganggu produksi.

“Karena hitung-hitungan banyak yang kena banjir, pandemi covid-19, kadang hitungan, kalkulasi kurang, sehingga perlu cadangan (dari impor),” terangnya.

Namun, Jokowi menjamin kalau pun dilakukan impor tidak akan dilakukan sampai Juni tahun ini. Bahkan, ia bertekad kalau produksi beras nasional tetap terjaga sampai dengan akhir tahun nanti, kebijakan impor tidak akan ditempuh.

“Kemarin sudah kami putuskan sampai Juni tak ada impor. Insya Allah sampai akhir tahun kalau tahan produksinya bagus tidak ada impor,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here