Menlu Palestina Minta Australia Pertimbangkan Lagi Rencana Kedubes Pindah ke Yerussalem

527
Menlu Palestina dan Menlu Retno Marsudi (Foto: Sindonews)

Jakarta, Muslim Obsession – Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Malki meminta pemerintah Australia mempertimbangkan wacana pemindahan tersebut, karena hal tersebut akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai penyelesaian konflik Palestina dan Israel melalui ‘solusi dua negara’.

Hal itu juga akan mempertaruhkan hubungan ekonomi Australia dengan negara-negara Arab dan Muslim di seluruh dunia.

“Saya berharap Australia bisa mempertimbangkan kembali sikap mereka sebelum melaksanakan aksi,” kata Riad dalam pernyataan pers di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Riad juga mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah Australia terkait isu tersebut, dan ia menyebut dukungan Indonesia untuk perjuangan kemerdekaan Palestina.

Indonesia juga, kata Riad, adalah negara pertama yang bertindak untuk merespon isu tersebut. Indonesia juga terus berkomitmen pada penciptaan keadilan dan perdamaian, serta pelaksanaan resolusi internasional.

“Pemerintah Indonesia telah mencoba berkomunikasi dengan pemerintah Australia untuk mengingatkan dan meyakinkan bahwa rencana (pemindahan kedutaan) bertentangan dengan kepentingan nasional Australia, ketika menyangkut hubungan mereka dengan seluruh dunia,” tukasnya.

Sebelumnya, PM Australia Scott Morrison mengumumkan kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan menyebut rencana tersebut sebagai hal “yang masuk akal”.

Morrison berpendapat status quo dalam hubungan Israel dan Palestina gagal membuat kemajuan dan bahwa solusi dua negara belum berjalan dengan baik. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here