Menlu AS Ingatkan Indonesia untuk Peduli Uighur

103
Presiden Jokowi dan Menlu AS Mike Pompeo (Foto: Medcom.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mendesak Muslim Indonesia untuk menentang penganiayaan China terhadap minoritas Uighur di Jakarta pada Kamis (29/10/2020).

Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh sayap pemuda organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), Pompeo mengangkat masalah yang telah terbukti sulit bagi negara-negara mayoritas Muslim.

Sekretaris Negara menggambarkan kampanye China melawan Uighur sebagai “perang melawan orang-orang dari semua agama.”

“Partai Komunis China yang ateis telah mencoba meyakinkan dunia bahwa program [pendidikan ulang] untuk Muslim Uighur di Xinjiang diperlukan sebagai bagian dari upaya kontraterorisme dan pengentasan kemiskinan,” kata Pompeo, dilansir Al Arabiya.

“Tapi kami tahu tidak ada pembenaran untuk menghancurkan pemakaman Muslim atau mengambil anak-anak dari orang tua mereka,” tambahnya, juga menunjukkan bahwa China dilaporkan memaksa Muslim Uighur untuk makan daging babi selama Ramadhan.

Dalam pidatonya, diplomat tertinggi AS juga menyinggung upaya Beijing untuk mempengaruhi kelompok Muslim Indonesia, termasuk NU, melalui kapal-kapal sampah yang disponsori negara ke China.

“Saya tahu Partai Komunis China mencoba meyakinkan orang Indonesia untuk berpaling dari siksaan. […] Saya tahu bahwa pejabat PKT yang sama ini telah membuat cerita fantastis tentang orang Uighur yang bahagia yang ingin membuang identitas agama dan budaya etnis mereka untuk menjadi lebih modern dan menikmati manfaat dari pembangunan yang dipimpin PKT,” ungkap Pompeo.

“Ketika Anda mendengar argumen ini, saya hanya meminta Anda untuk melakukan ini, selidiki hati Anda. Lihat faktanya. Dengarkan kisah para penyintas dan keluarga mereka, pikirkan tentang apa yang Anda ketahui tentang bagaimana pemerintah otoriter memperlakukan mereka yang menolak aturannya,” tambahnya.

Setidaknya satu juta Muslim, kebanyakan dari mereka anggota etnis minoritas Uighur, diperkirakan ditahan di kamp dan pusat penahanan di seluruh Xinjiang.

Beijing dituduh menyiksa para tahanan, indoktrinasi dan kerja paksa, serta secara paksa mensterilkan wanita Uighur.

Tindakan keras Beijing terhadap minoritas Muslimnya menempatkan banyak negara Muslim yang bergantung pada kesepakatan perdagangan dengan China dalam posisi yang sulit, dengan banyak negara menghadapi kritik karena mereka bungkam atas pelanggaran tersebut.

Menurut pejabat keamanan Indonesia yang dikutip oleh South China Morning Post, tiga pria Uighur dideportasi ke China oleh Indonesia hanya beberapa hari sebelum kunjungan Pompeo.

Human Rights Watch mengatakan para pria itu hampir pasti akan menghadapi pelecehan saat kembali ke China.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here