Menko PMK: Masyarakat Tak Perlu Berlebihan Bela Palestina

218

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat agar tidak perlu berlebihan melakuan pembelaan terhadap Palestina.

Pembelaan berlebihan yang dimaksud, menurut Muhadjir, tampak jika melihat aktivitas masyarakat di media sosial, dimana pihak yang membela Palestina maupun yang membela Israel saling hujat.

“Menurut saya, ini sudah berlebihan karena bisa mengarah kepada pembelahan masyarakat,” ujar Muhadjir usai meninjau vaksinasi 890 pegiat dan relawan pemberdayaan perempuan dan anak di Kantor Perpusnas, Senin (24/5).

Di sisi lain, Muhadjir juga menyoroti dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina yang ditunjukkan dengan menggelar demonstrasi di berbagai kota seperti Bandung, Solo, dan Jakarta.

Menurutnya, masyarakat harus sadar bahwa saat ini Indonesia juga sedang dalam kondisi memprihatinkan karena masih dilanda pandemi Covid-19.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi-aksi bela Palestina yang justru memicu penyebaran Covid-19 seperti menggelar demonstrasi yang mengundang kerumunan dan abai protokol kesehatan.

“Saya mohon masyarakat menyikapi secara proporsional, tidak berlebih-lebihan. Mengingat kita sendiri juga sedang dalam suasana prihatin yaitu bagaimana kita berupaya keras untuk menangani wabah Covid-19 dengan segala dampaknya,” ucapnya.

Muhadjir juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat memberi sumbangan untuk Palestina. Ia meminta masyarakat teliti untuk memastikan sumbangan akan sampai kepada penerima yang berhak, tidak diselewengkan.

“Kita juga harus pastikan sumbangan-sumbangan itu betul-betul tepat sasaran dan tidak ada yang dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

“Momentum-momentum dimana masyarakat terdorong karena empatinya, rasa kegotong-royongannya kemudian mengeluarkan bantuan-bantuan itu agar jangan sampai dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.

Saat ini, warga Palestina bisa sedikit bernapas lega karena gencatan senjata telah disepakati oleh Israel dan Hamas pada 21 Mei 2021.

Meski demikian, ancaman penyerangan polisi Israel kepada warga Palestina yang bermukim di Yerusalem Timur masih terus ada. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here