Menghina NU, Muhammadiyah Dukung Penangkapan Gus Nur

115

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin turut menilai penangkapan terhadap pendakwah, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur oleh kepolisian sebagai langkah yang tepat. Pasalnya Gus Nur telah melakukan penghinaan terhadap warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Kita tahu kader-kader Muda NU sangat militan dalam menjaga NU sebagai rumah besar mereka. Idealnya sikap saudara Gus Nur sebagai pendakwah memberikan keteladanan, kan Nabi Muhammad SAW sendiri diutus untuk memberikan keteladanan, dalam situasi apapun sikap keteladanan itu tetap dijaga,” kata Razikin, Senin (26/10/2020).

Menurutnya seorang pendakwah harus memiliki keluhuran laku dan ucap, dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 125, Allah SWT berfirman “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Dari situ, Razikin berpendapat, sebenarnya bagi seorang atau kalangan Umat Islam jika secara umum sungguh-sungguh menjiwai makna ayat Al-Quran tersebut dan meneladani Nabi Muhammad, maka ia yakin tidak ada yang dijerat dengan UU ITE.

“Boleh juga dimaknai bahwa UU ITE merupakan tafsiran “kekinian dan di sini” makna daripada kandungan Ayat Al-Quran tersebut diatas,” ujarnya.

Karena itu, Razikin menegaskan, penangkapan pria yang disebut Gus Nur ini menjadi peringatan dan pelajaran bahwa dalam kehidupan sosial-politik, dituntut untuk memperlebar “ruas kepala” agar kekuatan nalar mampu menjinakkan emosi atau amarah.

Apalagi hanya karena perbedaan pandangan dan sikap politik mengakibatkan seorang bertikai, itu sangat bertentangan ajaran Islam.

“Islam mengajarkan dalam menyelesaikan persoalan dengan jalan Musyawarah dan apapun hasil dari musyawarah jauh lebih baik. Saya berharap para pendakwah perlu juga mendalami fikih siyasah dan dalam fiqih siyasah pelajaran pertamanya adalah masalah musyawarah,” katanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here