Mengharukan! Ini Pesan Terakhir Enny Reno, Korban Puting Beliung di Bogor  

691
Enny Reno, korban meninggal dunia akibat puting beliung di Bogor (Foto: Radar Bogor)
Bogor, Muslim Obsession – Kota Bogor luluh lantak disapu puting beliung pada Kamis (6/12/2018). Setidaknya, lebih dari 700 rumah rusak dan satu orang meninggal dunia.

Cuaca ekstrim yang melanda wilayah selatan Kota Bogor tersebut membawa kabar duka bagi keluarga Bram Sugeha.

Pasalnya, Enny Reno sang istri tercinta dan ibu dari anak-anaknya, menjadi korban pohon tumbang dalam bencana tersebut, tepatnya di Jalan Raya Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Bram pun kaget bukan main. Niatnya pergi bekerja pun urung. Usai membaca pesan dari nomor pribadi istrinya, yang dikirim dari orang yang mengaku polisi. Mengabarkan bahwa istrinya mengalami kecelakaan.

 

Baca juga: Bogor Dilanda Puting Beliung, Ini Pesan Wali Kota Bima Arya

Pertama mendapat pesan tersebut, tak lantas membuat pria berusia 51 tahun itu langsung percaya. Awalnya, Bram berpikir pesan itu hanya modus penipuan. Sebab, saat dia menghubungi nomor istrinya hanya terdengar suara samar-samar.

Karena penasaran, dia kemudian pulang ke rumah dan ternyata benar. Istrinya tak ada dirumah. Dia kemudian tancap gas menuju lokasi yang tertera dalam pesan pendek yang diterimanya dari gawai istrinya itu.

“Saat sampai di lokasi ternyata sudah ramai. Banyak Polisi dan TNI, awalnya saya tidak diizinkan ke tempat kejadian, tapi saat saya bilang suaminya baru diberikan izin untuk masuk,” ujar Bram di rumah duka Cluster Bukit Nirwana I Jalan Bukit Nirwana Raya I RT 03/12 Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (6/12/2018).

Dikutip dari Radar Bogor, Bram tak menyangka pohon yang terlihat kokoh itu mampu merenggut nyawa istrinya. Pohon itu menimpa bagian tengah, tepat di kursi kemudi.

Dia kemudian meminta izin aparat untuk mengambil gambar situasi dan kondisi mobil Toyota Avanza Silver bernomor F 1618 EY itu. Sebab istrinya, sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI oleh warga dan aparat yang berada di lokasi.

Sedangkan anak almarhumah, Aziz Arrazi Sugeha mengungkapkan bahwa sebelum ia berangkat kuliah, ibunya sempat meminta untuk dipijat ketika malam nanti. Namun kabar duka itu mengurungkannya.

Sebagai putra pertama, dia mendapatkan amanah untuk tidak pernah meninggalkan ibadah. Sehingga bisa menjadi contoh untuk kedua adiknya.

Namun pesan yang paling diingat dan sering kali diucapkan sang ibu adalah meminta Aziz untuk menjadi imam ketika menyalatkan jenazahnya.

“Hampir setiap saat diucapkan, apalagi setelah memandikan jenazah orang lain, Insya Allah saya siap memenuhi permintaannya,” pungkasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here