Mengharukan, Anies Cerita Soal Penanganan Covid-19 di Jakarta

162
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: IG)

Jakarta, Muslim Obsession – Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi, segala macam cara dilakukan Pemprov untuk menanganinya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan bagaimana ia dan jajarannya berusaha menangani wabah ini agar segera mereda.

“Pada awal wabah merebak di Jakarta, kita mencari segala macam cara untuk bisa meningkatkan kapasitas testing. Masalahnya saat itu, ketersediaan alat RT-PCR di dalam negeri terbatas, di pasaran global pun amat langka,” curhat Anies di laman Instagramnya, Kamis (13/8/2020).

Untuk meningkatkan kapasitas tersebut, lanjut Anies, semua upaya dilakukan mulai dari membeli ke produsen sampai usaha meminjam alat RT-PCR.

Anies mengaku, ada 8 kota yang ia kirimi surat, kota-kota maju dunia yang menjadi sahabat Jakarta. Dalam surat disampaikan bahwa Jakarta berencana meminjam alat RT-PCR selama masa pandemi ini saja. Setelah wabah selesai, maka alat itu akan dikembalikan.

“Semua merespon cepat. Mayoritas menjawab bahwa mereka juga sedang mengalami masalah yang sama. Memang tidak ada satupun kota di belahan dunia manapun yang siap menghadapi pandemi ini,” terangnya.

Ada beberapa kota yang merespon positif dan siap membantu. Dari sekian kota itu, jelas Anies, ada satu yang unik. Yaitu Mayor Park Woon Soon, Wali Kota Seoul. Anies menyebut Mayor Park sebagai seorang sahabat baik. Keduanya sering berinteraksi dalam berbagai kesempatan.

Anies menuliskan, Mayor Park mengirim pesan bahwa lebih mudah untuk menghibahkan RT-PCR daripada meminjamkan. Jadi alat milik mereka yang masih baru itu dihibahkan untuk DKI Jakarta.

Datanglah sebuah mesin RT-PCR. Dikirim langsung dari Seoul. Diantarkan oleh Dubes Korea Selatan ke Balaikota. Alat ini mampu memproses hingga 900 sampel/hari.

“Pada Dubes Korsel saya titipkan sepucuk surat dan selembar kain batik Betawi untuk Mayor Park. Surat itu telah sampai pada Mayor Park, tapi batik Betawi itu belum sempat dipakainya karena Mayor Park ditemukan wafat 3 minggu kemudian,” kenang Anies yang menyertakan beberapa foto kebersamaannya dengan Park Woon Soon.

“Seorang wali kota yang berjasa dalam membantu Jakarta itu telah berpulang, tapi budi baik dan persahabatannya kita rasakan hingga sekarang. Pada ribuan tes yang dilakukan di Jakarta, ada jejak jasa Mayor Park dan persahabatan dua kota,” tegasnya.

Anies melanjutkan, interaksi yang selama ini dibangun di tataran global itu mengantarkan pada persahabatan dan jejaring internasional. Menurutnya, hal itu sejalan dengan pesan konstitusional Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

“Dan dalam situasi krisis, seperti saat pandemi ini, pertemanan dan persahabatan itu menemukan pembuktiannya. Itulah yang kita semua ikut rasakan,” pungkasnya. (Fath)

View this post on Instagram

Pada awal wabah merebak di Jakarta, kita mencari segala macam cara untuk bisa meningkatkan kapasitas testing. Masalahnya saat itu, ketersediaan alat RT-PCR di dalam negeri terbatas, di pasaran global pun amat langka. Semua upaya dikerjakan untuk meningkatkan kapasitas itu. Mulai dari usaha membeli ke produsen sampai usaha meminjam alat RT-PCR. Ada 8 kota yang kita kirimi surat, kota-kota maju dunia yang menjadi sahabat Jakarta. Dalam surat disampaikan bahwa Jakarta berencana meminjam alat RT-PCR selama masa pandemi ini saja. Setelah wabah selesai, maka alat itu akan dikembalikan. Semua merespon cepat. Mayoritas menjawab bahwa mereka juga sedang mengalami masalah yg sama. Memang tidak ada satupun kota di belahan dunia manapun yang siap menghadapi pandemi ini. Tapi beberapa merespon positif dan siap membantu. Ada satu yang unik, yaitu Mayor Park Woon Soon, Walikota Seoul. Mayor Park adalah seorang sahabat baik. Kita sering berinteraksi dalam berbagai kesempatan. Mayor Park mengirim pesan bahwa lebih mudah utk menghibahkan RT-PCR daripada meminjamkan. Jadi alat milik mereka yang masih baru itu dihibahkan untuk DKI Jakarta. Datanglah sebuah mesin RT-PCR. Dikirim langsung dari Seoul. Diantarkan oleh Dubes Korea Selatan ke Balaikota. Alat ini mampu memproses hingga 900 sampel/hari. Pada Dubes Korsel saya titipkan sepucuk surat dan selembar kain batik betawi untuk Mayor Park. Surat itu telah sampai pada Mayor Park, tapi batik betawi itu belum sempat dipakainya karena Mayor Park ditemukan wafat 3 minggu kemudian. Seorang walikota yang berjasa dalam membantu Jakarta itu telah berpulang, tapi budi baik dan persahabatannya kita rasakan hingga sekarang. Pada ribuan tes yang dilakukan di Jakarta, ada jejak jasa Mayor Park dan persahabatan dua kota. Interaksi yang selama ini dibangun di tataran global itu mengantarkan pada persahabatan dan jejaring internasional. Sejalan pesan konstitusional kita, “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Dan dalam situasi krisis, seperti saat pandemi ini, pertemanan dan persahabatan itu menemukan pembuktiannya. Itulah yang kita semua ikut rasakan. #ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here