Mengenang Muzammil Basyuni, Karier Diplomat Seorang Santri

509

Oleh: M. Fuad Nasar (Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI)

Duta Besar KH.M. Muzammil Basyuni meninggal dunia Rabu 28 Maret 2018 pukul 09.35 WIB di Jakarta. Saya bersyukur kenal dengan almarhum walaupun tidak lama, tapi berkesan di hati. Sosok pribadi beliau yang hangat dan ramah, tidak mudah dilupakan.

Putra dari K.H. Basyuni Masykur, seorang ulama di Rembang, Jawa Tengah, itu semasa muda pernah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan University of Baghdad Irak. Muzammil Basyuni lahir di Rembang 7 Oktober 1947. Ia adalah adik Muhammad Maftuh Basyuni, mantan Menteri Agama.

Muzammil meniti karier sebagai pegawai di Departemen Luar Negeri sejak 1974. Penugasan perdana ke luar negeri sebagai Letda Tituler/Perwira Interpreter Arab dengan gelar diplomatik Atase Lokal UNEF (United Nations in the Service of Peace) di Sinai, Mesir tahun 1975 – 1976. Sekembali dari Sinai, dia diangkat menjadi Pjs. Kasubag Penyusunan Rencana Pusdiklat Departemen Luar Negeri. Pada tahun 1977, dia ditugaskan sebagai interpreter bahasa Arab Presiden Soeharto pada kunjungan kenegaraan ke negara-negara Arab (Kuwait, Arab Saudi, Suriah, Mesir, dan Yordania).

Sekitar tahun 1984, Muzammil mendapat penugasan sebagai Kasubid Penerangan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Tunis dengan gelar diplomatik Atase dan kemudian Sekretaris Tiga. Pada tahun 1988, dia menjabat Kasi KSE-OKI-Timur Tengah pada Direktorat Jenderal Ekonomi dan Luar Negeri.

Karier eselon III Muzammil dimulai tahun 1991. Saat itu, dia diberi amanah sebagai Kabid Ekonomi KBRI Brunei Darussalan dengan gelar diplomatik Sekretaris Dua dan selanjutnya dipromosikan menjadi Sekretaris Satu. Pada tahun 1995, dia diamanahi jabatan Kepala Bagian Pertambangan dan Energi pada Biro Ekonomi Sekretariat Nasional ASEAN. Tahun 1999 ditempatkan sebagai Kabid Ekonomi KBRI Madrid dengan gelar diplomatik Counsellor dan Minister Counsellor. Puncak kariernya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia Untuk Republik Arab Suriah berkedudukan di KBRI Damaskus tahun 2006 – 2010.

Mengutip wawancara majalah Tazakka tahun 2012 seputar perjalanan kariernya dari santri hingga menjadi Duta Besar, Muzammil menuturkan, “Khairukum anfa’ukum linnas, demikian yang saya kutip dan sering saya dengar dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, K.H. Imam Zarkasyi; bahwa sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Saya masih terngiang-ngiang seruan Kyai Gontor: bukan untuk tujuan tertentu belajar di Gontor, mau apa belajar di Gontor? Bukan untuk jadi presiden, miliarder, pejabat, pegawai, tetapi ‘jadi orang’. Ini jelas sebagai peran seorang santri dalam hidupnya. Apapun dan di manapun seseorang santri pasti dibutuhkan, tidak mencari pekerjaan, tapi dicari pekerjaan,” ujarnya.

Muzammil sosok diplomat yang matang karena aneka pengalaman tugas di dalam dan luar negeri. Sebagai diplomat, ia teguh dalam prinsip dan luwes dalam pendekatan. Salah satu keunggulannya sebagai Duta Besar Republik Indonesia adalah kemahiran berbahasa Arab.

Dikutip dari buku Sekilas Aktivitas Dubes RI Damaskus 2008, Dubes H.M. Muzammil Basyuni menyampaikan sikap pemerintah Indonesia atas agresi Israel terhadap Gaza melalui pidato berbahasa Arab dan diliput oleh Stasiun televisi Satelit Suriah di KBRI Damaskus, 31 Desember 2008. Dubes Muzammil memberikan pernyataan kepada seluruh masyarakat Suriah mengenai keprihatinannya dan mengutuk keras serangan Israel terhadap Gaza. Serangan dengan menggunakan kekuatan militer adalah sangat berlebihan dan tidak proporsional. Pemerintah Indonesia juga meminta kepada pemerintah Israel dan pemerintah Palestina untuk memulai kembali proses dialog dan perdamaian.

Dalam kesempatan lain, semasa bertugas di Suriah, Dubes Muzammil mengatakan kalau saja benar-benar ada kesadaran bangsa Arab dan umat Islam untuk bersatu-padu, maka dapat dipastikan bahwa tidak akan terjadi serangan zionisme Israel ke Jalur Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here