Mengenang Kasman Singodimedjo

1672

Oleh: M. Fuad NasarKonsultan The Fatwa Center Jakarta

Suasana duka meliputi Masjid Jami’ Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI (kini Universitas YARSI) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa 26 Oktober 1982. Siang itu jamaah shalat zuhur yang mencapai ribuan orang melimpah hingga ke halaman masjid. Sejumlah tokoh Islam, di antaranya Mohammad Natsir, Buya H.A. Malik Ahmad, K.H. Dr. Idham Chalid, K.H. Saifuddin Zuhri, M.Yunan Nasution, Ketua Umum MUI K.H. Hasan Basri, Lukman Harun, dan banyak lagi yang lain hadir untuk shalat jenazah tokoh Islam yang meninggal dunia yaitu almarhum Prof. Mr. H. Kasman Singodimedjo. Kasman meninggal di RS Islam Jakarta 25 Oktober 1982, pukul 19.45 WIB dalam usia 78 tahun. Kediaman beliau di daerah Cempaka Putih juga tidak jauh dari komplek YARSI.

Sambutan pelepasan jenazah di Masjid Jami’ YARSI disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah K.H. A.R. Fachruddin, mantan Perdana Menteri Mohammad Natsir, serta sambutan Prof. K.H. Saifuddin Zuhri mantan Menteri Agama RI yang juga tokoh organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pidatonya K.H. Saifuddin Zuhri, ayah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu menyatakan semua kita tidak terkecuali kehilangan seorang pemimpin dan sekaligus seorang guru. Saifuddin Zuhri mengajak hadirin untuk memberikan pengakuan bahwa almarhum adalah orang baik dan memohon kepada Allah agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah dan mengharap agar Pak Kasman termasuk pahlawan/rijal yang berada di sisi Allah Swt.

Jenazah tokoh Islam yang terkenal dengan sikap tegas dan pendirian yang teguh itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan. Para pelayat yang turut mengantarkan jenazah Kasman di TPU Tanah Kusir antara lain Mohammad Natsir, K.H. A.R. Fakhruddin, Mohamad Roem, K.H. Masjkur, Prof. Dr. H.M. Rasjidi, Ketua DPA K.H. Dr. Idham Chalid,  Prof. Osman Raliby, Ali Sadikin,  Jenderal Pol (Purn) Hoegeng, Dr. Anwar Harjono, H. Ghazali Ismail,  H. Djanamar Adjam, Wie Tjin Hin (H. Abdul Karim), Lukman Harun, Ir. A.M. Luthfi, Adi Sasono, dan sejumlah tokoh lainnya. Dalam suasana hening dan khidmat Ketua Dewan Pertimbangan Agung K.H. Dr. Idham Chalid menyampaikan kata akhirnya dalam upacara pemakaman jenazah almarhum Kasman Singodimedjo.

Kasman Singodimedjo adalah pengurus dan tokoh senior Muhammadiyah yang disegani. Dia adalah tokoh nasional, pejuang kemerdekaan dan pemimpin Islam yang berani serta teguh memegang prinsip. Saat dirawat di rumah sakit dalam kondisi lemah sebelum berpulang ke rahmatullah dia berpesan kepada sahabat seperjuangannya Mohammad Natsir yang menjenguknya, “Sir…..teruskan perjuangan..!”

Pengabdian Kasman sebagai tokoh pimpinan organisasi Muhammadiyah dan muballigh diungkapkan antara lain dalam kesaksian Lukman Harun pada buku 75 Tahun Kasman Singodimedjo: Hidup Itu Berjuang (Bulan Bintang, 1982)  “….. kalau diundang untuk memberi ceramah, beliau tidak pandang jauh dan dekat. Untuk mencapai suatu daerah beliau bersedia naik kendaraan apa pun. Naik mobil ya boleh, naik truk pun tidak ada halangan, naik sepeda motor bergoncengan sudah biasa, bahkan kalau perlu jalan kaki. Banyak atau sedikitnya pendengar, tingkat Ranting ataupun tingkat Nasional, beliau akan berpidato dengan nada yang sama dan tetap bersemangat. Pak Kasman pernah sakit dan dirawat di rumah sakit, maka beliau akan selalu ingat soal rapat, soal-soal Muhammadiyah, ceramah, kuliah, soal-soal politik dan lain-lain. Kalau keadaan memungkinkan Pak Kasman akan cuti sebentar dari rumah sakit untuk pergi rapat. Pak Kasman mengatakan dirinya penjaga warung Muhammadiyah. Memang beliaulah yang paling rajin datang ke kantor PP Muhammadiyah. Beliaulah yang melayani serta memberi nasehat-nasehat dan petunjuk-petunjuk kepada para tamu mengenai berbagai hal.” tulis Lukman Harun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here