Mengenal Sarah Al-Amiri Ilmuan Islam di Balik Peluncuran Satelit UEA ke Mars

118

Jakarta, Muslim Obsession – Uni Emirat Arab ( UEA) berhasil mencatatkan sejarah dengan peluncuran satelit ke planet Mars. Keberhasilan UEA dalam misi luar angkasa ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Karena ini dianggap sebagai kebangkitan teknologi Islam.

Peluncuran satelit UEA juga tidak lepas dari peran seorang perempuan bernama Sarah al-Amiri. Dia menjadi menteri muda bidang Ilmu Pengetahuan Tingkat Lanjut, yang berada di balik peluncuran satelit UEA ke Mars.

Usianya baru 34 tahun saat UEA berhasil meluncurkan pesawat luar angkasa pertamanya bernama “al-Amal” atau dikenal secara internasional dengan nama ” Hope”, menuju Mars, pada 20 Juli lalu dari Jepang.

Saat ini, wahana antariksa pertama UEA itu sudah dekat dengan Mars. Pesawat itu bergerak dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam supaya dapat ditangkap oleh gravitasi Planet Merah, seperti yang dilansir dari BBC Indonesia pada Selasa (9/2/2021).

Sejak kecil, Sarah yang tumbuh besar di ibu kota Abu Dhabi, memiliki ketertarikan dengan luar angkasa. Namun, saat itu negara UEA tampak masih jauh dari kemungkinan mencapai angkasa.

Terpesona sejak kecil

Sebagai seorang anak muda yang meneliti gambar galaksi yang jauh, Amiri terpesona oleh “jumlah bintang, tata surya, planet, objek yang ada di luar sana yang secara numerik tidak dapat dipahami”.

“Tapi, yang lebih penting adalah cara para ilmuwan menjelajahinya, baik dengan teleskop, pesawat ruang angkasa, gambar radio,” kata Sarah kepada AFP.

Pada saat itu Abu Dhabi dan Dubai tidak seperti kota metropolitan saat ini, penuh dengan gedung pencakar langit.

Namun, setelah upaya pengembangan berkecepatan tinggi, UEA mengirim astronot pertamanya ke luar angkasa pada 2019 dan 2020 meluncurkan misi Hope untuk mengorbit ke Mars bertujuan mengungkap rahasia cuaca di Planet Merah.

Melansir AFP pada Ahad (7/2/2021), misi antarplanet pertama untuk dunia Arab, dirancang untuk menginspirasi kaum muda di kawasan ini dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah.

Amiri sekarang menjadi ketua Badan Antariksa UEA setelah menjabat sebagai wakil manajer proyek inisiatif Mars, sebuah peran yang tidak pernah dia bayangkan, meski hal itu telah menjadi passion masa kecilnya.

Wanita paling inspiratif

Amiri lulus sekolah menengah pada 2004, ia melanjutkan kuliah di American University of Sharjah, mendapatkan gelar sarjana dan master di bidang teknik komputer, yang menjadi minatnya yang lain.
9
“Itu merupakan ketertarikan yang mendalam tentang cara kerja benda-benda dan komputer ini. Bagaimana mereka dibuat. Bagaimana mereka dirancang. Bagaimana perangkat keras beroperasi dengan perangkat lunak,” ungkapnya.

Setelah dia mengikuti wawancara di Pusat Luar Angkasa Mohammed Bin Rashid di Dubai pada 2009, dia menyadari bahwa ruang angkasa menjadi takdirnya.

Pekerjaan pertama Amiri adalah bekerja di Dubai Sat-1, satelit observasi Bumi Emirat pertama. Amiri dengan cepat naik.

Kemudian pada 2017, ia diangkat sebagai menteri negara untuk teknologi maju dan ketua Badan Antariksa pada Agustus.

Pada 2020, BBC mendaftarkan perempuan berdaya ini sebagai salah satu dari 100 wanita paling inspiratif dan berpengaruh.

Melalui semangat dan prestasinya, menteri muda ini dapat dibilang menjadi salah satu cerminan dari rencana ambisius UEA dalam bidang teknologi dan sains..

Pergeseran monumental

“Kehidupan saya sebagai orang yang lahir pada 1980-an sangat berbeda dengan kehidupan orang tua saya yang lahir di sini pada 40-an dan 50-an,” kata Amiri.

Di era orang tuanya dahulu, ia mengatakan bahwa rumah ayahnya disambungkan ke pembangkit listrik karena kekurangan listrik.

“Air yang mereka minum ada karat di dalamnya, warnanya kuning. Mereka harus menyaringnya dengan menggunakan kain,” ujarnya.

Sebagai orang Emirat, Amiri kemudian mengatakan terobosan yang dilakukannya adalah salah satu upaya untuk perubahan besar dan monumental yang menurutnya diperlukan oleh bangsanya.

” Misi ke Mars Emirat telah menginspirasi bangsa untuk melihat ke masa depan dan melihat ke langit,” kata Amiri.

Menurutnya, terobosannya menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara, geografi, keyakinan, dalam menghadapi tantangan yang luar biasa dapat menghasilkan hasil yang cemerlang untuk kepentingan bersama.

Perempuan hebat ini ternyata merupakan garis keturunan dari ibu yang juga memiliki jiwa semangat tinggi.

“Ibuku adalah lulusan perguruan tinggi. Dia adalah seorang guru yang sangat bersemangat dengan apa yang dia lakukan,” kata Amiri.

Amiri sendiri selain sebagai seorang menteri, ia adalah seorang ibu dari dua anak, yang terdiri dari seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang merupakan penggemar berat “Star Wars”.

Amiri mengatakan “tidak ada batasan” yang dihadapi dia di UEA, negara di mana perempuan menonjol di tingkat atas pemerintahan dan bisnis. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here