Mengenal Mokhtar Alim Shokder, 17 Tahun Dipercaya Membuat Kiswah

218

Jakarta, Muslim Obsession – Jika kita melihat Ka’bah itu ada penutup kainnya yang disebut dengan Kiswah. Tampak jelas bahwa kain itu berwana hitam dibalud dengan tulisan kaligrafi yang sangat indah berwarna kuning dan putih. Namun tahukah kalian siapa pembuat kaligrafi pada kiswah ka’bah.

Mungkin tidak banyak yang tahu, kiswah ka’bah itu dibuat oleh seorang ahli kaligrafi bernama Mokhtar Alim Shokder. Pria ini memang sudah dikenal di Makkah, Arab Saudi sebagai seorang yang ahli membuat tulisan Al-Quran dengan berbagai motif yang indah.

Dikutip dari Arab News, Jumat (31/7/2020), disebut kecintaan Shokder pada dunia seni kaligrafi sudah dirasakan sejak masih kecil. Selama bertahun-tahun dia mengasah kemampuannya hingga mendapatkan posisi presitius, membuat kiswah.

Perjalanan Shokder menekuni kaligrafi dimulai saat liburan musim panas 1977. Saat itu, dia mengikuti kursus kaligrafi yang diadakan di Masjidil Haram selama tiga bulan.

Ketrampilan yang ditunjukkan oleh Shokder mampu memikat hati gurunya. Shokder menjadi seorang guru kaligrafi pada tahun berikutnya.

“Saya akan berlatih berjam-jam setiap hari karena saya menyukai kaligrafi Arab. Teman-teman sekelas saya akan datang dan meminta tips tentang cara meningkatkan tulisan tangan mereka,” kata Shokder.

“Saya merasa sangat senang dan memiliki dorongan kuat untuk menyempurnakan keterampilan saya. Kami biasanya menghabiskan waktu berjam-jam berlatih tanpa henti, dengan fokus penuh pada tugas-tugas yang ada untuk menyempurnakan pekerjaan kami,” tambahnya.

Jenis font yang disukai Shokder adalah naskh. Font itu dianggap sebagai salah satu bentuk kaligrafi Islam paling awal dan digunakan dalam Al-Quran.

Setelah mengajar beberapa tahun di Masjidil Haram, dia mendaftarkan ke Departemen Pendidikan Seni, Universitas Umm al-Qura, pada 1989.

Di kampus itu, Shokder banyak belajar dari Muhammad Hassan Abu al-Khair, seorang profesor di departemannya sekaligus kaligrafer ternama.

“Karya-karya artistik membutuhkan banyak kesabaran dan ketelitian. Misalnya, menulis lima kata menggunakan kaligrafi bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, bahkan terkadang lebih lama,” tutur Shokder.

“Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu lama. Beberapa orang berpikir bahwa karya seni seperti itu dapat selesai dalam waktu satu jam, tetapi tidak benar,” tambah dia.

Tak dijelaskan kapan Shokder mulai bekerja di pabrik pembuatan kiswah. Namun yang pasti, pada tahun 2003, dia ditunjuk sebagai satu-satunya kaligrafer untuk kiswah. Shokder mengaku posisi itu diimpikan oleh ayahnya.

“Itu adalah salah satu momen paling bahagia dalam hidup saya dan anugrah terbesar dari Tuhan. Mimpi ayah saya menjadi kenyataan,” terang dia.

Dalam membuat karya, ia mengaku telah terpengaruh oleh beberapa kaligrafer, terutama Sami Efendi, seorang kaligrafar dari masa Ottoman.

Shokder terkesan saat pertama kali melihat salah satu karya Efendi dan tak ragu menyebutnya sebagai panutan bagi semua ahli kaligrafi.

Ia kemudian menceritakan bahwa metode penulisan kaligrafi di kiswah telah berkembang selama bertahun-tahun. Pendahulu Shokder, Abdulraheem Ameen Bokhari menggunakan kapur untuk menulis naskah di kain sutra.

Kemudian di tahun-tahun berikutnya, pencetakan sablon memungkinkan kaligrafer untuk menyimpan skrip di komputer, sebuah metode yang dapat meningkatkan kualitas skrip.

Akan tetapi, kata dia, perubahan metode penulisan kaligrafi di kiswah itu baru disepakati usai dilakukan studi konprehensif.

Meski sudah 17 tahun menjadi satu-satunya penulis kaligrafi kiswah, Shokder mengungkapkan ada satu bagian yang paling rumit dan menantang dalam pekerjaannya.

Bagian itu adalah teks yang saling tumpang tindih. Untuk menghasilkan karya yan tepat, Shokder harus mencoba beberapa kali sebelum mencapai hasil yang diinginkan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here