Mengenal Hipospadia, Penyakit yang Diderita Aprilia Manganang

269

Jakarta, Muslim Obsession – Kabar mengejutkan datang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, ia menyebut mantan atlet voli Aprilia Manganang ditetapkan sebagai laki-laki. Padahal dia sebelumnya dikenal atlet voli perempuan.

Ternyata, Aprilia mengidap penyakit Hipospadia sejak lahir. Aprilia yang juga sebagai anggota TNI AD, berpangkat Sersan Dua ini mengalami ganguan medis di tubuhnya.

“Anak ini termasuk dalam kasus Hipospadias serius sehingga paramedis, yang membantu kelahirannya, dan orang tua menilai secara fisik, bahwa dia perempuan,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa dalam konferensi pers, Selasa (9/3/2021) kemarin.

Dia menambahkan, kendala ekonomi membuat Aprilia tidak bisa menangani kondisinya. Akhirnya Aprilia dianggap perempuan, termasuk urusan administrasi kependudukan.

“Dari pemeriksaan urologi, Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin perempuan,” ujarnya.

Lantas, apa itu hipospadia?

Berikut fakta-fakta selengkapnya, seperti dirangkum dari situs CDC, Rabu (10/3/2021).

Apa itu Hipospadia?

Hipospadia merupakan suatu kelainan pada anak laki-laki sejak lahir, di mana pembukaan uretra tidak terletak di ujung penis. Pada anak laki-laki dengan hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu ke 8-14 kehamilan.

Pembukaan uretra atau lubang kencing yang abnormal ini dapat terbentuk di mana saja, mulai dari tepat di bawah ujung penis hingga skrotum.

Mempunyai beberapa jenis

Jenis hipospadia yang dimiliki anak laki-laki tergantung pada lokasi pembukaan uretra. Di antaranya ada subkoronal, pembukaan uretra yang terletak di dekat kepala penis.

Kemudian poros tengah, pembukaan uretra yang terletak di sepanjang batang penis. Lalu terakhir, penoscrotal, pembukaan uretra yang terletak di tempat pertemuan penis dan skrotum.

Penyebab yang belum diketahui
Sampai saat ini, penyebab hipospadia umumnya tidak diketahui.

Dalam kebanyakan kasus, hipospadia dianggap disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain, seperti kondisi ibu, lingkungan sang ibu saat kehamilan, atau makanan, minuman hingga obat-obatan tertentu dikonsumsi selama kehamilan.

Faktor risiko kondisi hipospadia pada bayi laki-laki

Namun, dalam penelitian terakhir yang dilakukan CDC, ada beberapa faktor yang mempengaruhi risiko memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia. Di antaranya;

* Usia dan berat ibu: Ibu yang berusia 35 tahun atau lebih dan dianggap obesitas dapat memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

* Kesuburan ibu dan ayah: perempuan yang menggunakan teknologi reproduksi berbantuan untuk membantu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

* Hormon tertentu: perempuan yang mengonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Gejala

Beberapa gejala hipospadia di antaranya:

* pembukaan uretra di lokasi yang abnormal dan bukan ujung penis.
* bentuk penis cenderung melengkung ke bawah (chordee).
* bentuk kulup yang abnormal.
* hingga percikan urin yang tidak normal saat buang air kecil.

Diagnosa dan penanganan

Kondisi hipospadia, umumnya dapat terlihat atau didiagnosis setelah bayi lahir. Untuk penanganannya, sebagian besar kasus hipospadia memerlukan operasi pembedahan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here