Mengenal Darsiti, Perempuan Tangguh yang Kenalkan Aksara Al-Quran di Terminal Tegal

100
Darsiti (tengah berbaju putih) bersama dengan masyarakat terminal Kota Tegal yang menjadi binaannya (foto: Istimewa/Kemenag)

Tegal, Muslim Obsession – Setiap Jumat pagi, sebuah pemandangan unik tampak di salah sebuah sudut terminal Kota Tegal, Jawa Tengah. Puluhan pengamen berkumpul di tempat yang diberi nama Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti (Sekolah Terminal).

Sambil menunggu bus datang, satu per satu mereka mengeja huruf hijaiyah: alif-ba-ta,  pada buku Iqro’ dibimbing seorang perempuan bernama Darsiti.

Perempuan paruh baya ini ternyata merupakan seorang Penyuluh Agama Islam di Kementerian Agama Kota Tegal. Darsiti telah mengabdikan diri untuk mengajar para pengamen tersebut sejak 2015.

“Saya sengaja terjun langsung ke terminal, dan menjadikannya sasaran dakwah. Di sini para pedagang asongan, gelandangan dan pengemis, hingga supir sangat membutuhkan bimbingan dakwah,” tutur Darsiti, seperti dikutip dari Kemenag, Sabtu (26/9/2020).

Darsiti menuturkan, untuk membina masyarakat terminal dibutuhkan kesabaran dan memaklumi kondisi mereka. Misalnya, ketika ada bis datang, biasanya mereka akan menghambur keluar untuk menjajakan jualannya.

“Ya, kita sabar menunggu sampai mereka kembali. Memang seperti itu. Mereka mengaji sambil menunggu bis datang. Jika bis datang, mereka akan berjualan terlebih dahulu, baru kembali lagi mengaji,” ungkapnya.

Tak hanya mengajarkan cara membaca Al-Quran, Darsiti juga membekali masyarakat terminal dengan pengetahuan dan pemahaman keagamaan lainnya, seperti tata cara wudhu dan shalat.

Atas perannya itu, Darsiti pun pernah diganjar predikat Duta Baca Kota Tegal tahun 2019 oleh Pemkot Tegal atas kiprahnya sebagai pegiat literasi di Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti.

Dalam berjuang membasmi buta aksara arab, Darsiti mengaku tidak sendiri. Ada banyak pihak yang turut serta membantu, di antaranya Lingkungan Kemenag maupun dinas lainnya, terutama Kepala Kemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan dan Pengelola Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti Kota Tegal, Yusqon.

Menurut Darsiti, pembinaan agama dengan memanfaatkan waktu luang masyarakat terminal sangat efektif. Masyarakat terminal tampak merasa nyaman, dan ini terbukti dengan keaktifan mereka untuk selalu hadir di majelis ini setiap Jumat pagi.

“Mereka selalu hadir terkecuali ada kepentingan. Keaktifan mereka  membuahkan hasil yaitu mampu mengenal huruf Al-Quran, bahkan sekarang banyak yang telah mampu membaca Al-Quran dengan baik. Mereka pun telah mampu melaksanakan wudhu dan shalat dengan baik,” urainya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here