Mengenal 3 Tokoh Muslimah dalam Peristiwa Hijrah

282
Unta
Unta dan pemiliknya di gurun pasir. (ilustrasi)

Muslim Obsession – Hijrah yang dilakukan kaum Muslimin dari Makkah ke Yatsrib (kini Madinah) menjadi penanda perjuangan umat Islam sepanjang zaman. Perjuangan untuk tetap menyalakan api semangat dakwah Islamiyah agar agama yang haq ini tetap eksis hingga akhir zaman.

Dari rentetan sejarah tentang Hijrah, kita patut mengetahui adanya sosok-sosok perempuan tangguh yang turut dalam peristiwa penting tersebut. Merekalah perempuan-perempuan muslimah pemberani dan shalihah yang menghadapi rintangan luar biasa.

Menukil About Islam, terdapat tiga tokoh penting dari kalangan perempuan yang turut dalam peristiwa Hijrah. Siapa saja mereka?

Asma binti Abu Bakr

Asma radhiyallahu ‘anha merupakan putri sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Ia meninggalkan Makkah dengan menghadapi pertentangan besar.

Dalam peristiwa Hijrah, Asma inilah yang kemudian dikenal sebagai Zât an-Nitâqayn (yang memiliki ikat pinggang) setelah dia merobek ikat pinggangnya untuk membantu membawa makanan dan perbekalan bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ayahnya saat keduanya bersembunyi di gua Tsur untuk melarikan diri dari mereka yang ingin membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Membawa persediaan bagi Nabi dan ayahnya di gua merupakan upaya yang berbahaya bagi Asma yang saat itu tengah hamil. Tidak hanya harus melalui jalan setapak yang berbahaya, lebih dari itu, Asma pun mempertaruhkan nyawanya jika ia ketahuan sedang memasok persediaan bagi Nabi.

Abu Jahl, seorang pemimpin Kafir Quraisy yang ingin membunuh Nabi menaruh curiga bahwa Asma merupakan kaki tangan dalam persembunyian Nabi. Maka Abu Jahl pun mendekatinya dan memaksa Asma untuk memberitahu dimana ayahnya dan Nabi bersembunyi.

Tapi Asma memilih untuk menghadapi amukan Abu Jahl dengan sikap diam yang berani. Begitu Abu Jahl menyadari bahwa omelannya tidak menggerakkan Asma untuk memberi tahu lokasi Nabi dan ayahnya bersembunyi, ia pun menampar Asma yang sedang hamil dengan begitu kuat hingga kalungnya lepas.

Singkat cerita, setelah Asma akhirnya sampai di Madinah, ia melahirkan anak pertama dari komunitas Muslim di Madinah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here