Mengapa Rasulullah Menjuluki Ali bin Abi Thalib dengan Abu Turab?

342

Muslim Obsession – Seperti halnya orang-orang Arab pada zamannya, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memiliki ‘kun-yah’ atau gelar. Bahkan seringkali gelar tersebut justru lebih dikenal dibanding nama aslinya.

Misalnya Abu Bakar yang nama aslinya adalah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taiym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al Qurasyi At Taimi. Selain Abu Bakar, beliau juga dijuluki dengan ‘Atiq (tampan, wajah ceria) dan Ash-Shidiq (yang membenarkan).

Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu memiliki gelar Al-Faruq yang artinya pembeda atau Asadullah yang bermakna Singa Allah. Sementara Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu disebut Dzunnurayn yang artinya pemilik dua cahaya.

Pun demikian dengan Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu. Ia juga memiliki sejumlah gelar, di antaranya Abu Turab atau Bapak Tanah atau Debu. Dari sekian banyak gelar yang dinisbatkan kepadanya, Ali bin Abi Thalib menyukai kun-yah Abu Turab tersebut.

Baca juga: Subhanallah Begitu Mulianya Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra

Gelar tersebut merupakan pemberian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan kisah dalam hadits berikut ini:

“Telah mengabarkan pada kami Qutaibah ibn Sa’id, dia berkata telah mengabarkan pada kami ‘Abdul ‘Aziz yaitu Ibn Abi Hazim, dari Abu Hazim, dari Sahl ibn Sa’ad beliau berkata, suatu ketika Madinah dikuasai oleh seorang dari Bani Marwan, maka ia memanggil Sahl ibn Sa’ad dan menyuruhnya untuk mencela ‘Ali.

Sahl pun menolaknya. Penguasa itu pun berkata, ‘Kalau engkau enggan, ucapkan saja semoga Allah melaknat Abu Thurob!’. Sahl pun berkata, ‘Tidak ada nama yang lebih dicintai ‘Ali daripada Abu Thurob bahkan ia sangat senang apabila dipanggil dengan nama itu!’. Penguasa itu pun berkata, ‘Kalau begitu kabarkan aku bagaimana kisahnya hingga ia dipanggil dengan nama Abu Thurob’. Sahl pun bercerita,

Baca juga: Ali bin Abi Thalib Jawab Pertanyaan Matematika Tersulit

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumah Fatimah namun ‘Ali tidak ada di rumah. Beliau lalu bertanya: “Kemana putera pamanmu?” Fatimah menjawab, “Antara aku dan dia terjadi sesuatu hingga dia marah kepadaku, lalu dia pergi dan tidak tidur siang di rumah.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada seseorang: “Carilah, dimana dia!” Kemudian orang itu kembali dan berkata, “Wahai Rasulullah, dia ada di masjid sedang tidur.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya, ketika itu Ali sedang berbaring sementara kain selendangnya jatuh di sisinya hingga ia tertutupi debu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membersihkannya seraya berkata: “Wahai Abu Thurab (thurob = debu), bangunlah. Wahai Abu Thurob, bangunlah,” (HR Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here