Mengapa Para Ulama Berbeda Pendapat dalam Memahami Al-Quran?

444

Jakarta, Muslim Obsesion – Pedoman umat Islam dalam menjalankan agamanya adalah Al-Quran dan Hadits. Namun dalam praktiknya, umat Islam punya perbedaan pendapat dalam menjalankan amalan ibadah. Ini karena mereka punya mazhab masing-masing yang dianut oleh para ulama.

Lantas mengapa para ulama berbeda pendapat dalam memahami Al-Quran. Menurut pakar Ilmu Tafsir Quraish Shihab para ulama berbeda pendapat karena memang Al-Quran itu maknanya sangat luas. Membacanya begitu indah, sehingga memantulkan banyak cahaya.

“Saat seseorang memandang dari sudut A, dia bisa melihat pancaran cahaya. Yang berbeda saat dilihat oleh orang lain dari sudut yang lain,” papar Quraish Shihab.

Quraish Shihab juga menjelaskan bahwa Al-Quran merupakan hidangan Allah. Semakin kaya seseorang, maka semakin beragam hidangannya.

“Allah Maha Kaya. Sehingga hidangannya yang dapat ditarik dari Al-Quran dan sunah dapat beragam dan tidak harus dipertentangkan,” ucap cendekiawan ini.

Al-Quran menjadi penyebab terjadinya perbedaan-perbedaan itu. Karena kata yang digunakan Al-Quran bisa mengandung beberapa makna. Bisa juga mengandung makna hakiki dan metafora.

Bahkan, menurut Quraish Shihab, ada satu kata dalam Al-Quran yang mengandung makna yang bertolak belakang, sehingga lahir ada perbedaan dalam ketetapan hukum.

“Demikian juga dalam hadits-hadits nabi. Apalagi Nabi Muhammad Saw hidup di tengah umatnya selama 23 tahun. Praktik ibadah dan ketetapan hukum-Nya dapat berbeda-beda,” urai Quraish Shihab.

Menurut dia, hal ini bisa disebabkan karena kondisi sosial yang berkembang atau bisa juga karena firman Allah diterjemahkan dengan cara melaksanakan tata cara ibadah yang berbeda-beda. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here