Mengapa Nabi dan Wali Bertongkat?

1424

Jakarta, Muslim Obsession – Tongkat menjadi benda yang sangat dekat dan setia menemani para nabi dan wali dalam perjuangan mensyiarkan agama Allah di muka bumi.

Beberapa nabi yang bertongkat diantaranya adalah Rasulullah saw., Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Hidir, dan juga nabi-nabi yang lain.

Memakai tongkat merupakan sunah para nabi, auliya dan kekasih Allah. Hal tersebut seperti dijelaskan Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid.

“Karena itu, Imam Syafi’i juga bertongkat meskipun beliau masih kuat dan tidak tua. Saat ditanya sahabatnya, kenapa engkau bertongkat padahal engkau masih kuat? Sang imam menjawab, karena biar aku ingat bahwa aku ini musafir di dunia ini. Tujuan kita adalah akhirat,” kata Gus Hayid, Sabtu (8/6/2019).

Gus Hayid melanjutkan, pada masa dahulu, setiap musafir bisa dipastikan membawa tongkat. Fungsi tongkat menjadi serba guna. Selain sebagai penguat perjalanan di padang pasir atau hutan, tongkat juga difungsikan untuk keamanan jika ada binatang buas.

“Para kiai, habaib senior, termasuk Habib Umar Alhafidz, juga para kiai kita saat ini banyak yang bertongkat. Selain itu para penyebar Islam di negeri kita, wali songo dan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari juga bertongkat,” papar Gus Hayid yang saat ini memimpin rombongan utusan PBNU yang mengikuti program Tadribud Duat wal Aimmat di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Bertongkat, selain mengikuti sunah nabi, juga itbak (mengikuti) Imam Syafi’i dan cara terbaik untuk selalu ingat bahwa kita ibarat musafir yang tengah hidup di dunia ini.

Gus Hayid menambahkan, orang yang membawa tongkat akan fokus pada jalan yang akan dilewati melalui tongkat yang ada di tangannya. Karena tongkat adalah wasilah untuk dia bermusafir dalam rangka menuju rumah akhirat. Dengan membawa tongkat akan mengingatkan ia untuk tidak bermaksiat. Siapkah para sahabat ikut bertongkat ?,” pungkasnya. (Way)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here