Mengapa Jumat Jadi Hari yang Istimewa?

156

Muslim Obsession – Jumat merupakan hari paling utama dibandingkan enam hari lainnya dalam sepekan. Keterangan ini diinformasikan langsung oleh Rasulullah ﷺ, seperti dalam hadits, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau ﷺ bersabda:

لا تَطْلُعُ الشَّمْسُ وَلا تَغْرُبُ عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Tidaklah matahari terbit dan tenggelam pada suatu hari yang lebih utama dari hari Jumat,” (HR. Ahmad, ‘Abdur Rozaq, Ibnu Hibban, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shahih At Targib wa At Tarhib bahwa hadits ini hasan).

Ada sejumlah alasan mengapa Jumat menjadi hari yang istimewa. Beberapa di antaranya adalah:

BACA JUGA: Jangan Lewatkan! Ini Waktu, Cara, dan Doa di Hari Jumat

Pertama, pada hari Jumat terdapat beberapa kejadian luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jumat. Hari tersebut adalah hari diciptakannya Adam, hari ketika Adam dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika Adam dikeluarkan dari surga. Hari kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jumat,” (HR. Muslim).

Kedua, hari Jumat juga adalah hari ‘ied (hari raya) kaum muslimin setiap pekannya. Tradisi libur di hari Jumat juga dikenal umat Islam di sejumlah daerah di Tanah Air. Paling khas adalah tradisi di pondok pesantren yang memiliki hari Jumat sebagai hari libur belajar.

BACA JUGA: Istimewanya Sedekah di Hari Jumat

Keterangan tentang Jumat merupakan hari ‘ied bisa kita ketahui dari sebuah hadits. Dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ pernah bertanya pada Jibril, “Hari apa ini?” Jibril pun menjawab,

هَذِهِ الجُمُعَةُ جَعَلَهَا اللهُ عِيْدًا لَكَ وَلِأُمَّتِكَ

“Hari ini adalah hari Jumat yang Allah jadikan sebagai ‘ied (hari raya) bagimu dan umatmu,” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya. Hasan)

Ketiga, memiliki saat-saat terkabulnya doa. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ membicarakan mengenai hari Jumat lalu beliau bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut,” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

BACA JUGA: Keutamaan Amalan-Amalan Hari Jumat

Kapan saat-saat terkabulnya doa tersebut? Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari menyebutkan ada 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud, meski hanya terdapat 4 pendapat yang kuat.

Yakni waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jumat, setelah ashar sampai terbenamnya matahari, setelah ashar, namun di akhir-akhir hari Jumat, serta gabungan semua pendapat, yaitu dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan.

Wallahu a’lam bish shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here