Menengok Masjid di Bawah Tanah Milik Freeport

244

Papua, Muslim Obsession – Masjid merupakan sarana ibadah bagi setiap muslim. Banyak perusahaan yang membangun masjid untuk mengakomodir kebutuhan spiritual para karyawannya.

PT Freeport adalah salah satunya. Perusahaan yang menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak ini memiliki masjid bernama Baabul Munawwar.

Masjid tersebut diresmikan pada bulan Juni 2016 dan dapat menampung sekitar 250 jemaah. Menariknya, bangunan masjid itu berada di kedalaman 1.760 meter di bawah tanah daerah Tembagapura, Timika, Papua.

Bukan tanpa alasan, pembuatan masjid di bawah tanah tersebut, hal itu dilakukan agar lebih menguntungkan waktu antara bekerja dan sembahyang bagi karyawannya. Area ibadah di Masjid Baabul Munawwar ini berbentuk lorong dengan hiasan dinding dan lampu-lampu gantung yang menerangi di sekelilingnya.

Selain itu, tampak sambungan pipa membentang di langit-langit masjid. Masjid ini pun dipasangi alat yang berfungsi untuk menyedot udara kotor ke luar ruangan. Bebatuan alam yang menjadi dinding masjid menjadi satu daya tarik masjid yang memiliki karpet sejadah hijau itu.

Arsitek dari pembangunan Masjid Baabul Munawwar ini adalah Alexander Mone lulusan dari Universitas Bina Nusantara (BINUS). Sementara strukturnya dikerjakan Andrew Parhusip, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tidak hanya itu, pembangunan tempat ibadah tersebut mendapatkan piagam catatan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai masjid terdalam di Indonesia bahkan dunia. Di samping masjid Baabul Munawwar, juga terdapat tempat ibadah yang digunakan untuk pemeluk agama Nashrani yaitu Gereja Oikumene Soteria.

Dua tempat ibadah itu memang sengaja berdampingan sebagai wujud toleransi umat beragama yang ada di jauh perut bumi. PT Freeport di Papua sendiri merupakan perusahaan tambang emas di Indonesia yang memiliki sekitar 32 ribu orang yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here