Mendidik Anak dengan Hukuman, Efektifkah?

814
Mendidik Anak dengan Hukuman, Efektifkah?

Muslim Obsession – Dalam pendidikan Islam, sesungguhnya hukuman itu boleh diberikan pada anak-anak atau murid. Tentu dengan tujuan agar anak bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Bukan untuk membuat mereka tertekan dan ketakutan.

Hukuman yang diberikan orangtua atau guru juga tidak berupa kekerasan. Ibn Khaldun menyebutkan dalam kitab Muqaddimah tentang bahaya menggunakan kekerasan dalam mendidik anak.

“Pendidikan anak yang disertai dengan kekerasan dan pemaksaan yang dilakukan oleh para guru, penguasa atau pelayan, akan menyebabkan jiwa anak menjadi sempit, hilang semangat, menjadi pemalas. Serta mendorong anak untuk berdusta dan berbuat curang karena takut akan terjadinya kekerasan (pemukulan) lagi terhadapnya.”

Lalu, bagaimana Islam mengajarkan orangtua yang ingin menghukum anaknya ketika berbuat salah? Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajirin Ifa Faiza Rohmah M.Pd memberikan arahan sebagai berikut.

“Pertama, hendaklah memperhatikan usia anak. Jika ia masih dalam usia belum baligh maka orangtua diharapkan memaklumi mereka. Karena Allah pun belum membebankan apapun kepadanya. Namun, orangtua harus terus memberikan bimbingan dengan arahan yang baik.”

Ada pun hukuman dalam Islam hanya ada dalam shalat. Beliau menuturkan, dalam Islam diperbolehkan untuk memberikan pukulan ketika anak yang sudah baligh enggan menunaikan shalat.

“Tapi, pukulan yang diberikan bukanlah pukulan yang memberi luka atau bekas. Apalagi sampai menampar wajah, hal itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Maka yang terbaik, menurut beliau adalah bagaimana orangtua menjadikan teguran-teguran yang membangun dengan lisan dan pendekatan.

“Kalau dalam Islam, pukulan karena anak enggan shalat saja tidak boleh berupa pukulan yang memberi luka  atau bekas, maka apalah arti kesalahan-kesalahan lain,” tandasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here