MENCINTAI ALLAH

344

Oleh: Abdullah Mahmud

“Rasa cinta pasti ada pada makhluk yang bernyawa,” kata M. Mashabi.

Banyak cinta liar yang diangkat dalam lagu, sandiwara, dan film. Arti cinta itu kecenderungan qalbu. Lihatlah sekian pria melamar seorang wanita, tapi hatinya akan cenderung kepada satu yang dicintainya.

Cinta itu ada dua; cinta yang bersifat tabiat, seperti orangtua mencintai anaknya. Tapi ada juga cinta yang syar’i. Prioritas cinta yang benar itu untuk Allah,

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ

“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah,” (QS. Al-Baqarah [2]: 165).

Dan kalau kita cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, harus mengikuti Rasulullah Muhammad ﷺ.

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31).

Begitu pula dalam hadits shahih disebutkan:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Ada tiga hal yang mana jika ada pada diri seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman; jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, jika ia mencintai seseorang karena Allah, jika ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak suka jika dilempakan ke neraka,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu orang beriman, qalbunya ditanamkan rasa cinta kepada kebenaran dan kebaikan,

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرَّاشِدُوْنَ

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” (QS. Al-Hujuraat [49]: 7).

Cinta itu gayung bersambut. Artinya mencintai dan dicintai.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍ ۗذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui,” (QS. Al-Maidah [5]: 54).

Al-Hasan Al-Bashri, ulama tabi’in, berkata:

اعلم أنك لن تحب الله حتى تحب طاعته

“Ketauhilah tanda kamu cinta Allah, kalau kamu taat kepada-Nya.”

Bisyir Assirri berkata:

ليس من أعلام الحب أن تحب ما يبغض حبيبك

“Kamu belum cinta kepada Allah, kalau kamu belum meninggalkan yang dibenci Allah.”

Annaharjuri berkata:

كل من ادعى محبة الله ولم يوافق الله في أمره فدعواه باطلة

“Orang yang mengaku cinta kepada Allah itu palsu kalau dia belum menjalankan perintahNya.”

Yahya bin Muadz berkata:

ليس بصادق من ادعى محبة الله ولم يحفظ حدوده

“Tidak jujur orang yang mengaku cinta kepada Allah tapi tidak meninggalkan laranganNya.”

Ibnul Qayyim meringkaskan bahwa 4 tanda orang yang cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala:

Pertama, mencintai apa yang dicintai Allah (yaitu syariatNya yang harus diikuti).

Kedua, meninggalkan apa yang dibenci Allah (yaitu meninggalkan apa yang dilarangNya).

Ketiga, mencintai orang yang dicintai Allah.

Keempat, membenci orang yang dibenci Allah.

Dan ada 10 tanda orang yang mencintai Allah:

  1. Membaca Al-Quran dan mentadabburinya.
  2. Beribadah kepada Allah dengan menjalankan yang sunnah-sunnah setelah yang wajib.
  3. Berdzikir kepada Allah dalam semua keadaan; dengan qalbu, lisan dan amal.
  4. Mendahulukan kehendak Allah dari pada kehendak hawa nafsunya ketika bergejolak.
  5. Menguasai Asmaul Husna dan Sifat-Sifat MuliaNya.
  6. Mensyukuri atas segala nikmat dan karunia Allah lahir dan batin.
  7. Qalbunya tunduk seutuhnya kepada Allah.
  8. Bertahajjud ketika malam, bermunajat, membaca Al-Quran dan ditutup dengan banyak taubat dan istighfar sebelum Subuh.
  9. Bergaul dengan orang orang shalih dan menggali ilmu mereka.
  10. Mengawal qalbunya agar tidak terhalang dengan Allah.

Subhanallah. Alangkah indahnya, manusia kebanyakan merasakan manisnya buah dan minuman, padahal manisnya cinta kepada Allah itu tiada duanya.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here