Menajubkan, 3 Tahun Dikubur, Jasad Kiai Baidowi Masih Utuh dan Bau Wangi

282

Sampang, Muslim Obsession – Banyak fenomena di dunia ini yang terkadang tidak bisa dijangkau oleh alam pikiran manusia.

Misalnya, sudah menjadi hal yang umum jika seorang mayat yang dikubur bertahun-tahun dalam waktu cukup lama, jasadnya pasti akan hancur. Namun kadang itu tidak terjadi pada mayat sebagian orang.

Seperti halnya fenomena yang terjadi di Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Ada seorang kiai bernama Ahmad Baidowi yang jasadnya ditemukan masih utuh.

Diketahui jasad Kiai Baidowi sudah dikubur tiga tahun yang lalu. Namun masyarakat dibikin kagum setelah melihat jasad Kiai Baidowi masih utuh. Bahkan bau wangi. Fenomena ini dianggap tak lazim di sebagian masyarakat.

KH Sufyan Ahmad yang merupakan anak dari Kiai Baidowi menceritakan jasad bapaknya pertama kali ditemukan saat tahu makamnya ambruk akibat guyuran hujan deras pada Senin (23/11). Saat diliat, ia juga takjub ternyata jasad ayahnya masih utuh.

“Biasanya kan ada bau seperti kayak busuk, tapi ini enggak. Posisinya juga masih seperti semula,” ungkap Kiai Sufyan, Jumat (27/11/2020).

Tak hanya itu, Sufyan juga menceritakan jika makam abahnya sempat tergenang air akibat hujan deras. Namun, air tersebut juga tidak mengeluarkan bau.

“Karena (di dalam liang lahad) airnya masih banyak, kan biasanya airnya bau. Tapi itu enggak,” imbuhnya.

Saat itu, pihaknya langsung memperbaiki makam dengan bantuan masyarakat sekitar. Kiai Sufyan mengaku terkejut saat melihat jenazah orang tuanya masih utuh. Bahkan, rambut Kiai Baidowi juga ditemukan masih ada.

“Terus diperbaiki sama santri, kemudian banyak masyarakat yang datang saat itu. Karena itu amblesnya dalam. Oleh saya disuruh perbaiki sampai ke dalam. Ternyata di dalamnya, pembatas antara mayit itu ternyata patah semua. Tapi alhamdulillah mayitnya tidak berubah, masih utuh,” lanjut Kiai Sufyan.

Namun, Kiai Sufyan tidak memperkenankan orang lain untuk masuk ke liang lahad dan memegang jenazah. Proses perbaikan makam Kiai Baidowi dilakukan dengan mengganti kain kafan. Tetapi tanpa memindahkan jasad dan mengubah posisinya.

“Terus mayit tidak disentuh santri atau masyarakat. Memang tidak saya perbolehkan. Saya minta posisinya jangan diubah, jadi seperti yang ada,” pungkasnya.

Sosok Kiai Baidowi memang dikenal masyarakat sebagai sosok yang alim. Rajin beribadah, juga bermasyarakat dengan baik. Artinya keberadaan Kiai Baidowi sangat dibutuhkan karena dia merupakan sosok yang berilmu. Kiai Sufyan menyebut ayahnya adalah orang yang jujur dan ikhlas dalam mengajarkan ilmu agama tanpa pamrih.

“Orang tua saya biasa-biasa saja. Cuma dalam kesehariannya bergaul dengan masyarakat. Biasanya orang tua saya setiap hari dan malam bermasyarakat mengajari orang mengaji, ngajar agama dan apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Kiai Sufyan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here