Menag Terima Wakaf Lima Ribu Al-Quran dari CIMA

159

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima wakaf lima ribu Al-Qur’an dari China Indonesia Management Association (CIMA). Penyerahan secara simbolis wakaf Al-Qur’an ini disampaikan Chairman CIMA Arif Harsono di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Kami menyambut baik wakaf Al-Qur’an ini, dan tentu amat bermanfaat. Ini juga menjadi langkah untuk mempererat hubungan antar agama di Indonesia,” kata Menag, Senin (15/3/2021).

Menag menuturkan, saat ini kebutuhan Al-Qur’an di Indonesia mencapai lima juta eksemplar per tahun. Sementara, kemampuan Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kemenag untuk mencetak Al-Qur’an baru mencapai satu juta pertahun.

“Jadi keterlibatan dan peran serta masyarakat untuk berupaya menyediakan Al-Qur’an tentu saja amat bermanfaat,” imbuh Menag.

Sementara Arif Harsono menyampaikan Wakaf Al-Qur’an ini merupakan wujud kepedulian pengusaha China dan Indonesia terhadap kehidupan keberagamaan di Indonesia.

“Kami juga ingin memberitahukan kepada para pengusaha, atau pun investor yang berasal dari China bahwa negara Indonesia adalah negara yang amat menghargai keberagamaan dan kebudayaan. Mereka harus paham budaya kita,” tutur Arif.

“Sehingga kalau mereka ingin berinvestasi di Indonesia, ya harus menghargai agama dan budaya. Kami berharap lima ribu Al-Qur’an ini menjadi awal. Semoga ada teman-teman pengusaha lain yang juga akan terketuk hatinya,” sambungnya.

Arif menjelaskan CIMA didirikan dengan tujuan memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok untuk berkembang menjadi suatu kemitraan dalam membangun kemakmuran Asia. Kerja sama diplomatik kedua negara ini menurut Arif telah berlangsung lebih dari 70 tahun. Sejumlah bukti sejarah menunjukkan bahwa orang Tionghoa telah berada di Indonesia sejak dulu.

“Karena itulah, upaya meningkatkan hubungan baik melalui dialog ekonomi dan perdagangan lintas budaya perlu terus dikembangkan,” tutur Arief.

Senada dengan Arif, Co Founder CIMA Hermawan Kartajaya mengungkapkan kitab suci menjadi hal penting dalam kehidupan umat beragama.

“Kami berharap dengan tersedianya kitab suci, maka umat beragama dapat lebih memahami agamanya sehingga kedamaian tumbuh di negeri ini,” tuturnya

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here