Menag Sebut Ada Tiga Cara Tumbuhkan Toleransi

70
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, gejala ekstrimitas bisa terjadi di mana saja, termasuk di perguruan tinggi.

Oleh karenanya, tegas Menag, diperlukan upaya untuk terus menumbuhkan toleransi dan sikap menerima perbedaan. Pasalnya Indonesia adalah negara yang sangat majemuk dan keragaman menjadi sumber kekuatan bangsa.

Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Webinar Suara Pancasila yang digelar secara hybrid oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rabu (27/10/2021).

Webinar ini diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia. Webinar mengangkat tema “Damai dalam Perbedaan”.

BACA JUGA: Respons Polemik Kemenag, Wakil Ketua MPR RI Beberkan Sejarah Pembentukannya

Untuk menumbuhkan rasa toleransi dan memperkuat penerimaan atas kebhinekaan tersebut, Menag menawarkan tiga cara. Pertama, open your mind! Bacalah banyak buku, diskusikan beragam pandangan, perluas wawasan, dan jangan lupa piknik.

“Saya meyakini, orang berilmu akan terbuka pikirannya, open minded, dan akan memiliki toleransi yang kuat. Dia akan menyadari bahwa di sekitar dirinya ada banyak orang lain yang berbeda, binneka dalam banyak hal. Dan dia akan semakin sadar tidak bisa hidup sendiri dengan pikirannya atau keyakinannya saja,” ujar Menag, mengutip Kemenag, Kamis (28/10/2021).

Kedua, perbanyak ruang perjumpaan! Keluarlah dari tempurung untuk bersosialisasi dengan sebanyak mungkin orang yang berbeda dengan dirimu. Rasakan pengalaman menjadi minoritas dan mayoritas sekaligus.

BACA JUGA: Bersama Menag, JK Bahas Standar Aturan Suara Speaker Masjid

“Tentu, kita perlu cukup teguh dalam memegang prinsip kebenaran yang kita yakini, namun terbuka untuk berdialog dengan wong lian (orang lain). Kekokohan karang kian teruji dengan deburan ombak yang terus-menerus menerpanya. Karena toleransi akan kian menguat seiring banyaknya perjumpaan dengan berbagai keragaman,” lanjutnya.

Ketiga, merenung dan berefleksi, untuk memikirkan, menyadari, dan mensyukuri betapa besar kekayaan keanekaragaman bangsa Indonesia yang telah Allah anugerahkan. Keragaman yang terikat harmonis dalam balutan NKRI.

“Bandingkan dengan banyak negara lain yang gagal mengikat kebinnekaannya, dan didera konflik saudara terus menerus. Kita harus sangat bersyukur dengan cara merawat Indonesia, rumah kita bersama ini,” tandas Menag.

Menag mengingatkan, bahwa toleransi adalah hal yang penting perlu dijaga. Ketentraman yang sudah dirasakan selama ini harus diwarisi ke anak cucu jangan sampai kebhinekaan yang dimiliki negara kita nantinya hanya menjadi cerita. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here