Menag Resmikan IAIN Madura

377
IAIN Madura (Foto: Kemenag)

Pamekasan, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peralihan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi IAIN Madura, Kamis (5/7/2018).

Peralihan status IAIN Madura tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2018 tentang IAIN Madura.

STAIN Pamekasan awalnya adalah cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai Fakultas Tarbiyah di Kabupaten Pamekasan yang pengelolaan pendidikannya berdasarkan pada ketentuan dan kebijakan dari IAIN Sunan Ampel.

Pembukaan Fakultas Cabang di Pamekasan disambut baik oleh putra-putri di Pulau Madura khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan tinggi Islam negeri di Luar Madura.

Fakultas ini diresmikan pada tanggal 20 Juli 1966 Masehi, bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Akhir 1386 Hijriah, berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 39 Tahun 1966.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyatakan sejarah peralihan status STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura terasa istimewa lantaran memiliki kesamaan dalam peralihan status.

“Acara peralihan status ke IAIN ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, pada 52 tahun yang silam atau tepatnya tahun 1966,  Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Pemekasan diresmikan oleh Menteri Agama waktu itu Saifuddin Zuhri. Sekarang IAIN Madura diresmikan oleh putra Pak Saifuddin Zuhri yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,” kata Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim dalam sambutannya saat peresmian peralihan status IAIN Madura.

“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri Agama yang sudah berkenan hadir. Dan proses alih status dari STAIN ke IAIN mengalami percepatan di masa Pak Menteri Lukman Hakim Saifuddin,” sambung Kosim, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (6/7/2018).

Di hadapan Menag Lukman Hakim, Mohammad Kosim menyatakan saat ini total mahasiswa IAIN Madura berjumlah 8.500 mahasiwa dengan 18 program studi strata satu (S-1) dan dua program studi magister (S-2). Tenaga dosen 211 orang, baik berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN dan dosen yang sudah bergelar doktor sebanyak 35 orang.

“Luas lahan kampus untuk penunjang sarana dan prasarana tidak sampai 5 hektare, sehingga dengan keterbatasan tersebut IAIN Madura membatasi jumlah mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Dan kami berharap ada perhatian dan bantuan pengadaan lahan dari Pemkab Pamekasan,” kata Kosim.

Ia menambahkan, setiap tahun banyak calon mahasiswa tertolak karena IAIN Madura hanya mampu menerima calon mahasiswa sebanyak 2.000 mahasiswa sementara yang mendaftar lebih dari 4.000 calon mahasiswa baru. IAIN Madura memiliki misi Mencetak Sarjana Muslim yang Kokoh dalam Aqidah, Unggul dalam Ilmu, Profesional dalam Karya dan Mulia dalam Akhlak  dengan tiga jurusan favorit.

Untuk Jurusan Tarbiyah, terdapat program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Manajemen Pendidikan Islam Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tadris Bahasa Indonesia, Bimbingan Dan Penyuluhan Islam.

Jurusan Syariah diantaranya jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Hukum Ekonomi Syariah, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sedangkan Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam yakni jurusan Perbankan Syari’ah, Ekonomi Syari’ah dan Akuntansi Syari’ah.

Dalam peresmian peralihan status yang ditandai dengan pelepasan balon tersebut, Menag Lukman Hakim Saifuddin juga menandatangani prasasti gedung baru Fakultas Tarbiyah IAIN Madura bantuan SBSN tahun 2017 dengan total anggaran Rp19.899.000.000,-.

Dengan bantuan tersebut kini sudah berdiri megah gedung baru Fakultas Tarbiyah 4 Lantai dengan 27 ruang kuliah dilengkapi AC dan sarana lainya seperti gedung laboratorium terpadu dan fasilitas perpustakaan.

Fasilitas lainnya Gedung layanan Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Auditorium berkapasitas sekitar 1.000 orang, Laboratorium Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Microteaching, Peradilan-Artifisial, Falakiyah/Hisab-rukyah, Perbankan Syari’ah (Laboratorium Lembaga Keuangan Syari’ah), Galeri Investasi, Pusat Komputer, Ibadah/Masjid, Laboratorium Akuntansi & Statistik, Klinik Hukum dan Bilingual Area.

IAIN Madura yang dulunya STAIN Pamekasan pernah menorehkan prestasi, di antaranya: menerima penghargaan EMIS AWARD sebagai PTKIN terbaik Pertama Nasional untuk kedua kalinya pada updating Data EMIS Tahun Akademik 2016/2017. Jurnal ilmiah STAIN Pamekasan juga berada di peringkat 9 dari 56 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia dan webometric, STAIN Pamekasan berada di urutan 25 dari 56 PTKIN.

Dalam sambutan dan arahan saat peresmian, Menag Lukman Hakim mengajak segenap civitas akademika IAIN Madura untuk menyadari bahwa alih status STAIN menjadi IAIN tidak hanya semata dilihat dari perspektif adminitratif.  Misalnya prodi yang semakin banyak, struktur kelembagaan dan anggaran yang tentu yang semakin besar.

“Namun yang ingin saya tekankan bahwa dengan menjadi IAIN tangungjawab kita sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari PTKIN di Indonesia juga semakin besar,” kata Menag.

Menurut Menag tangung jawab yang utama di pundak PTKI adalah bagaimana nilai-nilai Islam ang menjadi warisan para pendahulu tidak hanya mampu dipelihara dengan baik melainkan juga dituntut agar bisa berinovasi menghadirkan manfaat dan memiliki kemaslahatan yang kontektual sesuai kekinian serta antisipasi ke depan.

Sebelumnya, Plt Sekkab Pamekasan Mohammad Alwi menegaskan Pemkab Pamekasan siap mendukung perluasan lahan kampus IAIN Madura. Dukungan dari Pemkab Pamekasan diapresiasi oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin.

“Saya bersyukur Pak Sekda Pamekasan Alhamdulillah sudah komitmen untuk menyediakan lahan guna memperkuat sarana dan prasarana IAIN Madura,” tutup Menag. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here